Mabur.co – Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Kulon Progo kini memiliki destinasi sport tourism baru. Destinasi itu adalah Paralayang Girisembung, di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta.
Di sini para wisatawan tak hanya sekadar bisa melihat pemandangan mempesona dari puncak bukit. Lebih dari itu wisatawan juga bisa benar-benar merasakan terbang langsung di antara awan menggunakan paralayang,
Lanskap Panorama Indah
Dengan terbang tandem memakai paralayang, wisatawan akan diajak melayang-melayang di udara menikmati indahnya hamparan area persawahan yang berpadu lanskap panorama kawasan Perbukitan Menoreh yang mempesona.
Bila udara cerah, wisatawan juga akan bisa menyaksikan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu di sisi utara. Apalagi saat terbang sore hari, pemandangan senja yang begitu mempesona di ujung barat pun akan tersaji indah.
“Baru pertama kali coba. View-nya keren. Walaupun awalnya sedikit takut, tapi setelah coba ternyata asyik. Jadi pengen lagi,” ujar salah seorang wisatawan Bambang.

Dari titik awal penerbangan, wisatawan akan bisa menikmati terbang menggunakan paralayang selama sekitar 7 hingga 10 menit. Saat cuaca dan kondisi angin mendukung penerbangan bisa berlangsung lebih lama.
“Keunggulan aktivitas penerbangan di Girisembung ini momennya bisa berlangsung lebih lama. Bisa sampai delapan bulan dalam setahun, mulai Maret hingga Oktober,” ujar Ketua Desa Wisata Banjarasri, Isfi Shokikah, Jumat (24/7/2026).
Meski belum lama dibuka, yakni sekitar 2 bulan terakhir namun antusiasme wisatawan untuk menjajal wisata olahraga satu ini ternyata sangat tinggi.
Dalam sehari, wahana ini rata-rata dikunjungi sebanyak kurang lebih 20 hingga 30 pengunjung atau tamu. Sejak mulai dikembangkan pada Mei, jumlah kunjungan hingga saat ini bahkan telah mencapai sekitar 300 orang.
Wisatawan Luar Negeri
Tak hanya wisatawan lokal. Sejumlah pengunjung dari luar negeri pun turut menjajal wahana paralayang ini. Antara lain wisatawan asal Cina, Korea Selatan, dan Malaysia.
Untuk bisa menikmati paralayang di kawasan ini, wisatawan hanya cukup membayar tarif sekitar Rp450.000. Biaya tersebut sudah termasuk penerbangan tandem bersama pilot paralayang berlisensi.

Wisatawan yang ingin mengabadikan pengalaman dari udara dengan kamera dapat memilih layanan tambahan dengan biaya sekitar Rp600.000 hingga Rp700.000 per orang.
Saat ini, Paralayang Girisembung rutIn beroperasi setiap akhir pekan, terutama Jumat hingga Minggu. Untuk mengaksesnya pengunjung bisa langsung menuju basecamp pengelola yakni BUMDES Banjarasri di kompleks Kantor Kalurahan Banjarasri, Kalibawang.
Menambah Pilihan Wisata Dirgantara
Kehadiran destinasi ini pun semakin menambah pilihan wisata dirgantara di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, aktivitas paralayang telah dikenal di kawasan Parangtritis, Bantul, Embung Sriten, Gunungkidul, serta Bukit Breksi, Sleman, yang kini sudah tidak aktif.
Paralayang Girisembung menjadi lokasi keempat yang menawarkan pengalaman serupa di DIY. Namun, berbeda dengan destinasi paralayang lainnya, Girisembung menawarkan daya tarik tersendiri berupa view lanskap kawasan Perbukitan Menoreh yang mempesona.
Di sini wisatawan akan bisa menikmati indahnya lanskap pedesaan dari ketinggian. Sawah-sawah hijau, perbukitan, serta pemandangan Merapi dan Merbabu yang sulit ditemui dari tempat lainnya.
