Gara-gara Jember Fashion Carnaval 2026, Media Internasional Heboh 

3 Min Read
Performers in elaborate blue dragon costumes perform on a large outdoor stage with palm trees in the background.
Suasana Jember Fashion Carnaval. (Foto: Dok Kementerian Kebudayaan RI)

Mabur.co — Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali mencuri perhatian publik. Tak hanya di tanah air, tapi juga hingga luar negeri.

Hal itu setelah kantor berita internasional Agence France-Presse (AFP) membagikan foto-foto kemegahan parade kostum.

Gema Berita Media Asing

Foto-foto dalam ajang budaya terbesar di Jember, Jawa Timur, itu, bergema di media luar negeri hingga akhir bulan ini.

Melalui akun Instagram resminya@afpnewsagency, AFP membagikan sejumlah foto parade JFC 2026 hasil bidikan fotografer Juni Kriswanto. 

Deretan gambar tersebut menampilkan kostum-kostum spektakuler karya desainer Indonesia yang mengusung tema “Humanity, Earth, and Life”.

Kostum bernuansa tengkorak, bunga merah, elemen alam, hingga sentuhan futuristik nampak tampil mencolok dalam dokumentasi tersebut. 

Publikasi AFP ini pun menjadi bukti bahwa kreativitas para perancang Indonesia mampu menarik perhatian media internasional dan memperluas gaung JFC di panggung global.

Dilansir laman Kementerian Kebudayaan, dikutip Jumat (31/7/2026), tahun ini, JFC digelar pada 24–26 Juli dengan melibatkan lebih dari 2.500 peserta.

Parade utama membentang sepanjang 3,6 kilometer dari kawasan Alun-alun Jember menuju GOR PKPSO Kaliwates. 

Delapan defile ditampilkan, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary, yang sama-sama mengangkat pesan kepedulian terhadap manusia dan lingkungan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, yang hadir dalam puncak acara menilai JFC telah berkembang jauh melampaui sekadar peragaan busana. 

Ruang Bertemu Ragam Budaya

Menurutnya, festival ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas modern yang mampu memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Ia mengatakan, kekayaan budaya Indonesia akan memiliki makna ketika terus dihidupkan melalui karya-karya kreatif yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, hal itu telah dibuktikan oleh JFC selama bertahun-tahun.

Selain Grand Carnival, rangkaian JFC 2026 juga menghadirkan Kids & Art Carnival serta Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI). Festival ini juga menampilkan berbagai karya eco fashion berbahan daur ulang sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan lingkungan.

Selama lebih dari dua dekade penyelenggaraannya, Jember Fashion Carnaval dinilai telah mampu menjelma menjadi salah satu festival mode terbesar di Indonesia. 

Dimana hal itu tidak hanya mengukuhkan posisi JFC sebagai ajang yang mengangkat kreativitas para desainer Tanah Air, tetapi juga menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar