Mabur.co – Sebanyak 12 karya budaya asal Jawa Timur secara resmi diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di tingkat nasional.
Hal itu setelah 12 karya budaya asal 12 Kabupaten/Kota itu memperoleh rekomendasi penetapan dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia Termin I Tahun 2026.
Rekomendasi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum ke-12 karya budaya itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Ragam budaya itu sendiri mencakup tradisi, seni pertunjukan, bahasa daerah, hingga kuliner khas yang masih hidup di tengah masyarakat di tiap daerah hingga saat ini.
Lalu apa sajakah karya budaya tersebut? Berikut daftar 12 karya budaya yang secara resmi diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di tingkat nasional sebagaimana dikutip akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin (3/8/2026):
- Macapat Haul Mbah Sindujoyo (Kabupaten Gresik)
Tembang macapat khas Gresik yang dilantunkan dalam rangkaian Haul Mbah Sindujoyo sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh babad Kelurahan Lumpur. - Upacara Kum Kum Sinden (Kabupaten Jombang)
Ritual berendam di Sendang Made, Kecamatan Kudu, yang dijalani para sinden setiap bulan Suro sebagai ikhtiar memperoleh suara merdu. - Tabbhuwan Colo’ (Kabupaten Situbondo)
Tradisi musik mulut masyarakat nelayan Panarukan yang menirukan bunyi gamelan dan menjadi kesenian khas pesisir Madura. - Sega Gegog (Kabupaten Trenggalek)
Kuliner khas Kecamatan Bendungan berupa nasi pedas berlauk ikan teri yang dibungkus daun pisang, dulunya menjadi bekal para petani ladang. - Soto Lamongan (Kabupaten Lamongan)
Kuliner legendaris dengan ciri khas koya dari campuran udang dan bawang putih goreng yang telah dikenal di seluruh Indonesia. - Ketoprak Siswobudoyo (Kabupaten Tulungagung)
Kelompok ketoprak yang berdiri sejak 1958 dan menjadi salah satu ikon seni pertunjukan tradisional Jawa Timur. - Bersih Desa Simbatan Petirtaan Dewi Sri (Kabupaten Magetan)
Upacara adat tahunan berupa penyucian petirtaan kuno yang disertai tari tayub sebagai ungkapan syukur atas kesuburan dan keselamatan desa. - Boso Walikan Malangan (Kota Malang)
Bahasa khas Malang dengan sistem pembalikan kata yang awalnya digunakan sebagai sandi perjuangan dan kini menjadi identitas Arek Malang. - Bahasa Jawa Suroboyoan (Kota Surabaya)
Dialek khas Surabaya dengan kosakata seperti “rek” dan “cak” yang mencerminkan karakter masyarakat yang lugas dan egaliter. - Gumbregan Samin (Kabupaten Bojonegoro)
Ritual tahunan masyarakat Samin di Margomulyo sebagai ungkapan syukur atas kesehatan dan keberkahan ternak. - Syi’iran Bluk Gebluk (Kabupaten Pasuruan)
Seni dakwah Islam yang memadukan syair berbahasa Madura dengan tabuhan sederhana dan telah bertahan lebih dari satu abad. - Tabbhuwan (Kabupaten Situbondo)
Seni pertunjukan khas Madura yang menggabungkan teater, musik, dan nilai-nilai religius, serta terus berkembang mengikuti zaman.
