Mabur.co– Presiden RI Prabowo Subianto memiliki ambisi besar membawa Indonesia mencapai swasembada pangan.
Bahkan, sejak hari pertamanya menjabat sebagai RI 1, Prabowo menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Hingga pada awal 2026, Prabowo mengklaim bahwa Indonesia, tidak lagi mengimpor beras sejak 31 Desember 2025. Berdasarkan indikator tersebut, dia menyimpulkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan.
Wakil Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), Prof. Dr. Ulung Pribadi, M.Si menuturkan, swasembada pangan berarti kemampuan memenuhi kebutuhan pangan pokok secara berkelanjutan dari produksi domestik dengan harga terjangkau dan pendapatan petani yang layak.
Pemerintah Benar
“Saya menilai klaim Pemerintah dapat dibenarkan terutama untuk beras pada tahun 2025, ketika produksi mencapai 34,69 ton naik menjadi 13,29 persen. Sementara kebutuhan nasional sekitar 31 juta ton, namun swasembada pangan tidak boleh menjadi pidato kemenangan. Produksi beras pada April 2026, justru turun 16 persen dibandingkan April 2025 sehingga keberlanjutannya belum otomatis terjamin,” ucapnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Ulung, political will diuji, apakah Pemerintah sungguh melindungi sawah, memperbaiki irigasi, menjamin ketersediaan pupuk, menyerap gabah dengan harga layak dan membangun cadangan antar-daerah.
“Swasembada berkeadilan berarti petani kecil sejahtera, buruh tani terlindungi dan keluarga miskin memperoleh pangan bergizi tanpa tercekik harga di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
