Mabur.co- Tatanan persaingan pariwisata Asia Tenggara tidak lagi berjalan seperti satu dekade lalu. Negara-negara tetangga bergerak cepat, berebut pangsa pasar wisatawan global dengan strategi yang semakin tajam.
Malaysia meluncurkan kampanye ”Visit Malaysia 2026” secara agresif dan mencatat 28,2 juta wisatawan mancanegara pada 2025.
Thailand, meski turun tujuh persen akibat isu keamanan, tetap kukuh di angka 30 juta wisman.
Vietnam, yang sepuluh tahun silam nyaris tak diperhitungkan, kini memproyeksikan 17 juta wisman dengan pertumbuhan 22 persen dua kali lipat Indonesia.
Singapura terus mempertahankan posisinya sebagai benchmark tata kelola destinasi kelas dunia.
Pariwisata Diharapkan Tetap Berjalan Normal
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan, sektor pariwisata diharapkan semakin memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan atau meningkat 5,83 persen dibandingkan Mei 2025.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan menengah. Tren positif kunjungan wisatawan mancanegara juga tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah,” katanya, dilansir Kemenpar, Senin (3/8/2026).
Widiyanti mengatakan, peningkatan turut terjadi pada perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menjadi penopang utama pergerakan pariwisata dalam negeri.
Berdasarkan data, perjalanan wisnus pada Mei 2026 tumbuh 8,69 persen secara tahunan.
“Secara kumulatif, perjalanan wisnus hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ucapnya.
Widiyanti mengatakan, capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan devisa negara.
Jaga Tren Pertumbuhan
Kementerian Pariwisata akan terus menjaga tren pertumbuhan melalui penguatan konektivitas, peningkatan kualitas destinasi, penyelenggaraan event, serta promosi yang semakin terarah.
“Dengan demikian, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Menurut Widiyanti, untuk mendukung kontribusi tersebut, Kementerian Pariwisata menjalankan lima program unggulan, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas. Event by Indonesia, serta Tourism 5.0.
“Kelima program unggulan tersebut akan terus diakselerasi untuk membangun masa depan pariwisata Indonesia yang semakin inklusif, berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Sejauh ini, sektor pariwisata turut memberikan dampak ekonomi nyata melalui penyelenggaraan berbagai event selama Januari hingga Juni 2026.
“Salah satunya melalui Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata yang menghimpun 125 event unggulan daerah di 38 provinsi,” katanya.
Widiyanti menjelaskan, hingga 30 Juni 2026 telah terselenggara 39 event KEN. Sebanyak 28 event di antaranya telah dikaji dampak ekonomi dan sosialnya.
“Event-event tersebut berhasil menarik 2,46 juta pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM, serta menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja. Total perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp196,67 miliar,” ucapnya.
Selain Karisma Event Nusantara sebagai program strategis, Kementerian Pariwisata sepanjang 2026 juga akan memberikan dukungan terhadap 45 event nasional dan 94 event internasional.
“Dari 17 event internasional dan delapan event nasional yang didukung Kementerian Pariwisata selama Januari hingga Juni 2026, tercatat lebih dari 614.731 pengunjung, keterlibatan 1.326 UMKM, serta partisipasi lebih dari 18 ribu pekerja seni dan anggota komunitas. Estimasi perputaran ekonomi dari penyelenggaraan event tersebut mencapai Rp661,15 miliar,” katanya.
