Mabur.co – Piala Dunia 2026 memang sudah berlalu sekitar tiga minggu lalu, namun Presiden Prabowo Subianto masih mengenang kembali betapa dekatnya timnas Indonesia, yang saat itu masih dilatih Patrick Kluivert, untuk lolos pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia sejak 88 tahun silam, ketika masih bernama Hindia Belanda.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membawakan sambutan dalam pertemuan dengan peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung negara terkecil di Piala Dunia lalu, Cape Verde, yang berhasil lolos ke Piala Dunia, bahkan lolos dari fase grup H, menemani sang juara dunia, Spanyol, di posisi runner up.
Bahkan Cape Verde juga mampu menyulitkan tim unggulan yang kebetulan menjadi lawan Spanyol di babak final lalu, yakni Argentina, sebelum akhirnya tersingkir di babak extra time.
“Terus terang saja saya masih sangat sedih, kita (masih) tidak mampu lolos Piala Dunia (2026). Ini fakta yang tidak enak. Masa negara kecil seperti Cape Verde bisa masuk ke Piala Dunia. Cape Verde saya nggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang masih lebih banyak Sumedang kayaknya. Dan banyak negara kecil lainnya yang (berhasil) masuk ke situ (Piala Dunia 2026),” ucap Prabowo Subianto, seperti dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/8/2026).
Perlu Evaluasi Total

Meski demikian, Prabowo juga turut mengapresiasi kinerja Erick Thohir, sebagai Ketua Umum PSSI dan juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang telah berjuang maksimal untuk dapat meloloskan Indonesia ke ajang Piala Dunia 2026 lalu, meskipun akhirnya belum berhasil.
“Saya akui beliau (Erick Thohir) itu berjuang luar biasa (sebagai Ketua Umum PSSI). Dan kita hampir masuk kemarin (ke putaran final Piala Dunia 2026). Mungkin strateginya harus lebih pintar kita (untuk bisa lolos ke Piala Dunia selanjutnya),” tambah Prabowo.
Dengan fakta semacam itu, Prabowo pun tidak habis pikir, bahwa negara sebesar Indonesia, dengan penduduk terbanyak keempat di dunia (287 juta jiwa), masih belum mampu menembus putaran final Piala Dunia hingga saat ini (sejak bernama Indonesia).
Ia pun mengimbau kepada segenap jajarannya, terutama dari pihak Menpora dan PSSI (yang sama-sama dipimpin oleh Erick Thohir), agar mencari tahu penyebab sekaligus menemukan solusi yang bisa dilakukan, untuk membuat Indonesia bisa merasakan euforia Piala Dunia selanjutnya (2030).
Sehingga mampu mengikuti jejak Cape Verde, yang berhasil menembus Piala Dunia 2026, serta mampu merepotkan dua finalis sekaligus (Spanyol dan Argentina). Bahkan, dalam periode 90 menit waktu normal, Cape Verde tercatat tidak terkalahkan sama sekali di Piala Dunia lalu.
Sebuah pencapaian yang sangat ingin ditiru oleh Indonesia, yang memiliki jumlah penduduk 540 kali lipat lebih banyak dari Cape Verde. (*)
