Mabur.co – Fenomena siaran sepak bola gratis di YouTube kini mulai meluas ke berbagai pertandingan bergengsi kelas dunia.
Mulai dari ajang Piala Dunia 2026 lalu, kemudian Piala AFF 2026 yang disiarkan gratis di kanal YouTube YB (Reza Arap), serta beberapa laga ujicoba klub-klub dunia, juga ikut disiarkan secara gratis di beberapa kanal influencer ternama.
Hal itu mulai membuka semacam tren baru, dengan menjadikan konten pertandingan siaran langsung sepak bola sebagai tontonan atau konten yang dapat dinikmati secara gratis di platform YouTube, tanpa harus repot-repot membayar paket membership atau semacamnya.
Mantan pelatih timnas futsal Indonesia yang kini menjadi pengamat sekaligus influencer di bidang sepak bola, Justinus Lhaksana, menganggap bahwa siaran Liga Indonesia (BRI Super League) juga sebaiknya perlu disiarkan secara gratis di YouTube layaknya Piala AFF saat ini.
Menurut pria yang sering disapa Coach Justin ini, Liga Indonesia masih harus dikemas dengan cara yang lebih baik dan mudah diterima lebih banyak kalangan.
Salah satunya adalah dengan menghadirkannya secara gratis di platform YouTube, alih-alih harus membayar paket bulanan melalui saluran di Vidio, menonton di Indosiar, dan sebagainya.
“Fenomena apa yang terjadi di summer ini (siaran sepak bola gratis di YouTube), itu dimulai dari Piala Dunia 2026, di mana FIFA menggandeng iShow Speed. DIlanjutkan di sini, di mana RCTI menggandeng Reza Arap, untuk nyariin Piala AFF, terus EMTEK gandeng RANS Entertainment, untuk siarin friendly match (klub sepak bola dunia) dan lain-lain.
Artinya saat ini sudah ada pergeseran peta siaran langsung sepak bola dunia, jadi harusnya panitia Liga Indonesia itu melakukan hal yang sama, yaitu menggandeng influencer-influencer, untuk bisa nyiariin Liga 1 di platform-nya masing-masing, supaya lebih mempromosikan liganya gitu,” ucap Coach Justin, seperti dilansir dari kanal YouTube Trifellas, beberapa waktu lalu.
Butuh Promosi Besar-besaran
Coach Justin memandang influencer sebagai sosok yang sangat penting, untuk dapat mempromosikan Liga 1 Indonesia (BRI Super League) dengan cara yang lebih “kekinian” dan mudah diterima berbagai kalangan, terutama dari kalangan Gen Z dan semacamnya.
Pengamat berusia 59 tahun itu juga tidak mempermasalahkan kemampuan atau pengetahuan bola dari si influencer tersebut.
Karena baginya, yang terpenting adalah menjaring penonton sebanyak mungkin, guna memperluas jangkauan Liga Indonesia ke pasar yang lebih luas, dengan cara menyiarkannya secara gratis di YouTube.
“Karena untuk gue, supaya lu (Liga Indonesia) bisa narik penonton baru dari kalangan generasi muda, lu butuh menggandeng para influencer ini, sekalipun mungkin mereka itu nggak ngerti-ngerti amat soal bola. Tapi seenggaknya lu (influencer) punya penonton.
Jadi PSSI itu jangan lagi terlalu konservatif. Mereka harus bisa melihat pergeseran dari sisi penonton. Ini bukan masalah lu ngerti atau nggak ngerti soal bola, karena itu sifatnya juga relatif, tapi yang lebih krusial adalah menjaring penonton baru sebanyak-banyaknya. Karena menurut gue, Liga 1 ini masih butuh promosi yang luar biasa,” tambah Coach Justin.
Coach Justin meyakini, Liga Indonesia bisa semakin dikenal di dalam negeri, bahkan juga di luar negeri, jika mampu menerapkan metode seperti yang dilakukan oleh YB (Reza Arap) dan para influencer lainnya, tanpa harus mempelajari seluk-beluk sepak bola terlebih dahulu, dan seterusnya. (*)
