Mabur.co – Keraton Yogyakarta menjadi salah satu keraton di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun tidak banyak yang mengerti mengenai pesanggrahan atau tempat singgah yang dibangun di luar istana.
Seperti halnya Pesanggrahan Rejowinangun yang kini bernama Situs Warungboto. Sebuah bangunan kuno terbuka terpampang di sisi utara perempatan Warungboto Kota Yogyakarta atau di Jalan Veteran.
Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026), Situs Warungboto merupakan situs bersejarah. Bangunan dengan beberapa ruang yang terbuka ini dibangun di masa Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan dilanjutkan masa Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II.
Praktis Keraton Yogyakarta belum terlalu lama berdiri, setelah Kerajaan Mataram dipecah menjadi dua melalui perjanjian Giyanti di Salatiga menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Pakubuwono Surakarta.
Tiga Pesanggrahan
Sebagai seorang raja tentu saja Sri Sultan seringkali melakukan perjalanan. Untuk melepas penat maka pesanggrahan atau taman pun dibuat. Tercatat pesanggrahan yang dibuat adalah Rejowinangun, Ambarketawang, dan Krapyak.
Di dalam situs tersebut dulu berisi ruangan dan di tengah ada kolam dengan sumber air yang jernih. Layaknya taman kerajaan, anak-anak Sultan seringkali mandi di taman tersebut.
Dulu ada sebuah ruangan besar menghadap ke timur dan di depannya ada kolam dengan sumber air, di sisi timur ada ruangan kecil baru pintu keluar.
Sebelum dipugar situs ini kelihatan gelap dan menjadikan merinding. Sebuah bangunan tua dengan lokasi yang gelap menjadikan aura berbeda dengan lokasi lain.
Beberapa bangunan tua dengan batu bata merah hancur terkena gempa. Belum lagi setiap situs milik Keraton Yogyakarta dipercaya ada makhluk gaib yang menunggu.
Situs Warungboto mulai dikenal kalangan milenial saat digunakan untuk foto prewedding Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu.
Banyak anak muda yang datang hanya untuk berfoto bersama. Praktis tidak ada pertanyaan mengenai sejarah situs yang merupakan pesanggrahan Rejowinangun tersebut.
