Bermula dari Operasi Militer, Ini Rahasia Sejarah Dunia Bisa Temukan Ikan Paus Bungkuk Bernyanyi

4 Min Read
Whale shark gliding underwater just below the surface in clear blue water.
Ikan paus bungkuk. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Tak banyak yang tahu bahwa ikan paus bungkuk merupakan salah satu hewan cerdas yang mampu bernyanyi layaknya manusia. 

Suara nyanyian paus itu bahkan sempat direkam sekitar tahun 1970 dan rekamannya terjual hingga 125.000 kopi di seluruh dunia.

Namun bagaimanakah awal mula manusia menyadari bahwa paus bungkuk bisa bernyanyi? 

Berawal dari Operasi Militer

Dilansir BBC, Rabu (23/9/2026), di era perang dingin tepatnya tahun 1952 insinyur sonar Amerika Serikat Frank Watlington mendapat tugas melakukan operasi mendengarkan suara bawah laut.

Ia ditempatkan di lepas Pantai Bermuda untuk mendengarkan aktivitas di bawah laut, termasuk mendeteksi kapal selam Soviet dan aktivitas seismik.

Namun, Watlington justru menangkap suara aneh yang terdengar berulang dan berlangsung lama. Suara itu terkadang terdengar selama berjam-jam. Watlington menduga suara tersebut berasal dari paus bungkuk. Dan dugaan itu kemudian terbukti benar.

Rekaman Watlington menjadi salah satu rekaman awal yang membantu mengubah pemahaman manusia tentang komunikasi paus. Rekaman tersebut kemudian sampai ke tangan pasangan ahli biologi akustik Katy dan Roger Payne.

Awal Penyebaran Rekaman Nyanyian Paus

Pada 1967, Watlington memperdengarkan rekamannya kepada pasangan tersebut. Roger Payne kemudian menggambarkan suara yang didengarnya sebagai salah satu pertunjukan akustik paling luar biasa yang pernah ia dengar dari hewan.

Sejumlah peneliti kemudian mulai mempelajari rekaman tersebut. Mereka menemukan bahwa suara paus bungkuk bukan sekadar suara acak, melainkan tersusun dalam pola yang berulang dan terorganisasi.

Roger Payne kemudian menyadari bahwa suara tersebut memenuhi ciri yang dapat disebut sebagai nyanyian. Seekor paus dapat menghasilkan rangkaian suara berirama dan berulang, bahkan mengulanginya berkali-kali.

Kesadaran tersebut menjadi perubahan besar dalam cara manusia memandang paus. Sebelumnya, masyarakat memang mengetahui bahwa paus menghasilkan suara. 

Namun, menyadari bahwa suara tersebut membentuk pola yang kompleks membuat paus mulai dipandang sebagai hewan dengan kemampuan komunikasi yang jauh lebih rumit.

Penelitian terhadap suara paus kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih besar. Roger Payne tidak hanya membawa rekaman tersebut ke kalangan ilmuwan. Ia juga memutarnya dalam berbagai pertemuan.

Suara paus bungkuk kemudian juga direkam dalam album “Songs of the Humpback Whale” yang dirilis pada 1970. Album tersebut menjadi sangat populer. Lebih dari 125.000 kopi terjual dan rekamannya didistribusikan kepada jutaan pelanggan National Geographic.

Untuk pertama kalinya, banyak orang yang tidak pernah melihat paus secara langsung dapat mendengar suara hewan tersebut.

Popularitas nyanyian paus akhirnya membantu membangun dukungan publik terhadap gerakan perlindungan paus. Yang membuat populasi paus bungkuk di sejumlah wilayah mengalami pemulihan setelah sebelumnya terus menurun.

Mengapa Paus Bungkuk Bernyanyi?

Meski telah puluhan tahun diteliti, para ilmuwan sampai sekarang belum mengetahui secara pasti alasan paus bungkuk bernyanyi.

Sebagian besar paus yang bernyanyi adalah jantan. Karena itu, salah satu dugaan menyebutkan nyanyian berkaitan dengan perkawinan, misalnya untuk menarik pasangan atau berkompetisi dengan pejantan lain.

Namun, para peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan fungsi sosial dan komunikasi jarak jauh.

Yang menarik, nyanyian paus bungkuk ternyata dapat berubah dari waktu ke waktu.

Paus jantan dalam satu wilayah diketahui memiliki lagu yang kurang lebih sama. Lagu tersebut kemudian dapat mengalami perubahan dan menyebar ke populasi lain yang jaraknya sangat jauh.

Fenomena itu membuat sejumlah peneliti menggambarkannya sebagai bentuk penyebaran budaya di antara paus.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar