Viral Festival Balon Udara Wonosobo Dipenuhi Gambar Prabowo, MBG hingga KDMP

3 Min Read
Festival Balon Udara Wonosobo yang dipenuhi gambar Presiden Prabowo hingga program pemerintah seperti MBG dan KDMP. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Festival balon udara dalam rangka HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo, yang digelar Minggu (9/8/2026) kemarin mendadak viral di media sosial.

Bukan karena kemeriahan dan keseruan festival tersebut. Melainkan karena festival tersebut justru dinilai menampilkan dukungan dan keberpihakan terhadap program pemerintah. 

40 Balon Udara

Sedikitnya 40 balon udara yang diterbangkan dari kawasan Alun-alun Wonosobo nampak menampilkan berbagai gambar tak biasa.

Di antaranya seperti gambar Presiden Prabowo Subianto hingga sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat (SR) hingga Jembatan Garuda.

Pemandangan tak biasa tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen mengkritik hal tersebut dan menilai tradisi balon udara Wonosobo seharusnya tetap menjadi ruang budaya dan tidak digunakan untuk kepentingan politik.

Penolakan juga muncul melalui tagar #SaveBalonWonosobo. Banyak warganet dan sejumlah pegiat budaya berbondong-bondong menyuarakan penolakan terhadap Festival Balon Udara bermuatan politis tersebut. 

Mereka khawatir penggunaan tradisi lokal untuk membawa pesan politik semacam itu akan dapat menggeser nilai budaya balon udara Wonosobo.

Kekecewaan Komunitas Balon Udara

Komunitas Balon Udara Wonosobo melalui akun Instagram @balonwonosobo juga menyuarakan penolakan tersebut dengan menuliskan kekecewaannya.

“Diperjuangkan dan diperkenalkan ke penjuru negeri selama bertahun tahun, rusak begitu saja oleh kepentingan politik. #savebalonwonosobo,” tulisnya. 

Di postingan berikutnya Komunitas Balon Udara Wonosobo sendiri menyatakan tidak terlibat dalam kegiatan yang membawa kepentingan politik tersebut.

Komunitas Balon Udara Wonosobo juga menegaskan mereka merupakan wadah pelestarian tradisi balon udara Wonosobo dan tidak berafiliasi dengan kelompok politik tertentu.

“Komunitas Balon Wonosobo tidak terafiliasi dengan kepentingan politik praktis maupun kelompok politik tertentu,” tulisnya.

Tradisi Balon Udara Khas Wonosobo

Mereka juga menyatakan akan tetap fokus merawat, mengenalkan, dan mengembangkan tradisi balon udara sebagai bagian dari budaya Wonosobo.

“Kami berusaha menjaga komunitas ini tetap berada pada ruang budaya, tradisi, dan kreativitas, sehingga dapat diterima dan dinikmati oleh siapapun tanpa melihat latar belakang maupun pilihan politiknya,” tulisnya.

Usut punya usut, kegiatan festival tersebut ternyata digelar oleh kelompok relawan Gerakan Mantep Pilih Prabowo (GMPP).

Ketua GMPP Mantep, Abdul Ghoni, mengatakan penggunaan gambar program pemerintah pada balon memang bertujuan mengenalkan program tersebut kepada masyarakat.

Menurutnya, balon udara dipilih karena memiliki daya tarik dan sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Wonosobo.

Terlepas dari apa pun tujuannya, penolakan terhadap penggunaan atribut politis ini menunjukkan kecintaan dan kepedulian luar biasa masyarakat Wonosobo terhadap Festival Balon Udara yang telah menjadi identitas dan tradisi mereka.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar