DIY Siap Miliki PSEL, Olah 1000 Ton Sampah per Hari

3 Min Read
Industrial waste incineration plant with red-striped smokestacks, emitting steam, set among tropical trees; foreground shows a pile of trash
Ilustrasi. Pengelolaan sampah menjadi energi listrik. (Foto: Ecadin)

Yogyakarta – Pemda DIY membuat terobosan baru guna mengatasi persoalan sampah dengan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) senilai Rp3 triliun pada 2027 mendatang. 

Menggandeng Danantara, PSEL ini akan dibangun di lahan Pemda DIY seluas sekitar 5,7 hektare di wilayah Sitimulyo, Piyungan, Bantul, atau tak jauh dari TPA Piyungan yang sudah dihentikan operasionalnya.

Penuhi Kebutuhan Listrik 15 Ribu Rumah

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sekitar 18–20 megawatt. Atau cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 15.000 rumah. 

Director of Investments Danantara Investment Management sekaligus CEO Denera, Fadli Rahman, memastikan pembangunan PSEL berjalan sesuai target.

“Target kita peletakan batu pertama (groundbreaking) di akhir tahun ini, yaitu Desember 2026. Sehingga pada kuartal III atau kuartal IV 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta,” ujarnya dikutip laman resmi Pemda DIY Selasa (11/8/2026).

Persiapan Konstruksi

Saat ini proyek telah memasuki tahap persiapan konstruksi, mencakup kajian lingkungan, desain teknik, dan pematangan lahan.

Untuk menjamin operasional PSEL ini, sebanyak 3 Kabupaten Kota di DIY yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul telah berkomitmen untuk memasok sampah. Total pasokan dari tiga daerah tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 1.099 ton per hari.

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, mengatakan, PSEL akan menangani sampah yang tidak lagi dapat dikelola melalui fasilitas pengurangan dan pengolahan di daerah.

Ia menyebut potensi timbulan sampah di DIY saat ini mendekati 2.000 ton per hari. Dan sekitar 1000 ton atau separuhnya diproyeksikan masuk ke PSEL. Sementara sisanya masuk ke TPS, bank sampah, maupun fasilitas pengolahan lainnya.

Selain menjadi solusi persoalan sampah, pembangunan PSEL juga diharapkan akan dapat membuka lapangan kerja.

Serap Tenaga Kerja Lokal

Pada tahap konstruksi saja, proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 500–1.000 tenaga kerja dengan prioritas masyarakat lokal.

Sementara saat sudah beroperasi, fasilitas ini diperkirakan akan membutuhkan sekitar 100–150 tenaga kerja.

Pemda DIY mengaku akan menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan sumber air.

Pemerintah daerah juga bertanggung jawab memastikan pasokan sampah, mengoordinasikan perizinan, serta mendukung pengangkutan sampah dari kabupaten/kota menuju PSEL.

Adanya PSEL ini pun menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di DIY sekaligus menjadi fasilitas pengolahan sampah berskala besar pertama yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik terbarukan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar