Situasi Ekonomi Buruk, Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun, Perlukah Melupakan Indonesia Emas 2045?

3 Min Read
Group of young students in maroon skirts and white shirts, saluting during a school ceremony outdoors.
Ilustrasi anak-anak SD melakukan upacara bendera di sekolah, di mana anak-anak ini adalah garda terdepan generasi Indonesia emas 2045 mendatang (Foto: ANTARA)

Mabur.co – Situasi ekonomi yang terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir, yang ditandai dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika dan utang negara hingga Rp10.293 triliun, membuat banyak pihak mulai merasa pesimis dengan angan-angan soal Indonesia Emas 2045, yang telah digaungkan pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo, beberapa tahun lalu.

Parodi Politik Kabinet Bayangan

Direktur eksekutif CELIOS yang juga Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran di Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira, mengaku bahwa angan-angan tersebut sah-sah saja digaungkan pemerintah, untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 mendatang.

Hanya saja, 19 tahun jelang usianya yang ke-100, tanda-tanda menuju ke arah generasi emas itu justru semakin menjauh, khususnya akibat berbagai kebijakan ekonomi yang dilakukan saat ini.

Di mana Indonesia masih terlalu sering mengandalkan utang luar negeri dan juga pajak rakyat (APBN) dalam setiap pembiayaan program dan penyelenggaraan negara di level nasional.

Bhima pun merasa bahwa imajinasi soal Indonesia Emas 2045 sudah sangat jauh dari kenyataan, imbas dari berbagai kondisi ekonomi yang terjadi sampai hari ini.

“Siapa pun yang akan jadi Presiden di tahun 2029 atau bahkan 2034, mereka tidak punya lagi imajinasi soal Indonesia Emas 2045. Mereka harus membayar mahal kerusakan yang telah ditimbulkan selama 10 tahun ke belakang ini,” papar Bhima Yudhistira, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (13/8/2026).

Harus Segera Melunasi Utang

Menurut Bhima, satu hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah, khususnya Menteri Keuangan, adalah memastikan agar Indonesia terbebas dari segala jenis utang, terutama yang berasal dari luar negeri. Hal ini perlu dilakukan untuk setidaknya menyelamatkan kondisi perekonomian nasional saat ini, di tengah ancaman yang lebih buruk lagi di kemudian hari.

“Iya, sudah tidak mungkin lagi (Indonesia Emas 2045 diwujudkan), kalau dengan model yang sekarang ya. Kecuali ada perubahan yang signifikan, perubahan yang sangat mendasar. Menteri Keuangan saja, untuk periode 2029-2034 nanti, pertama kali dia harus deal terlebih dahulu dengan kreditur utang. Karena harus dipastikan dulu, ada nggak yang mau beli utang Indonesia ke depannya, suku bunganya berapa, imbang hasilnya berapa, dan seterusnya,” tambah Bhima.

Dengan kondisi semacam ini, Bhima pun tidak lagi merasa heran, jika nantinya Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara-negara lain, sekalipun memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, serta SDM unggul di seluruh penjuru Nusantara, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar