Apakah 5.012 Gempa Susulan di NTT Berbahaya? Ini Kata Para Ahli

3 Min Read
ECG tracing on grid paper showing a sharp heartbeat spike with a pen-like electrode nearby
Ilustrasi. Getaran gempa tercatat pada seismograf. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Ribuan gempa susulan dilaporkan masih mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepekan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat hingga Sabtu (22/8) pukul 05.00 WIB gempa susulan mencapai 5.012 kali. Dari jumlah tersebut, 31 gempa memiliki magnitudo di atas 5 dan 124 gempa dirasakan oleh masyarakat.

Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. Sementara yang terkecil bermagnitudo 1,1.

Gempa Susulan Proses Alami

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, sebagaimana dilansir CNN Sabtu (22/8/2026) menjelaskan, gempa susulan merupakan proses alami yang terjadi setelah gempa besar.

Ketika gempa utama terjadi, batuan di sepanjang bidang patahan mengalami pergeseran besar. Namun, kondisi kerak bumi di sekitar patahan belum langsung stabil.

Masih terdapat tekanan pada batuan di sekitarnya. Kondisi inilah yang kemudian memicu pergeseran-pergeseran kecil hingga terjadi gempa susulan.

“Gempa susulan pada hakikatnya adalah penyesuaian mekanis mikro saat batuan di sekitar bidang patahan tersebut bergeser perlahan untuk mencari posisi kestabilan baru,” kata Daryono.

Meski begitu banyaknya gempa susulan tidak berarti tekanan di bawah Flores terus bertambah. Sebaliknya, rangkaian gempa tersebut merupakan bagian dari proses kerak bumi dalam melepaskan dan mendistribusikan kembali sisa tegangan setelah gempa utama.

Fenomena tersebut dikenal dalam Hukum Omori-Utsu. Secara umum, gempa susulan paling sering terjadi pada hari-hari awal setelah gempa utama, kemudian jumlahnya berangsur-angsur menurun.

Meski frekuensinya menurun, gempa susulan tetap perlu diwaspadai. Gempa dengan kekuatan cukup besar masih mungkin terjadi dan dapat membahayakan bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama.

Gempa Susulan Bisa Beberapa Pekan

Sementara itu Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya memperkirakan rangkaian gempa susulan di NTT masih akan berlangsung selama beberapa pekan.

Berdasarkan data sementara BMKG, aktivitas gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

Gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas tektonik di Flores back arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Daryono mengingatkan, bahwa status gempa dalam satu rangkaian tidak selalu dapat langsung ditentukan. Gempa yang awalnya disebut sebagai gempa utama dapat berubah status menjadi foreshock apabila kemudian terjadi gempa yang lebih besar di zona patahan yang sama.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada, terutama dengan menjauhi bangunan yang telah mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan saat terjadi gempa susulan.

TAGGED:
Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar