Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol, Apa Dampak bagi Masyarakat Yogya?

3 Min Read
Two motorcyclists ride under a highway overpass with concrete barriers and construction walls along a sunlit, wide road under green-painted beams.
Progres pembangunan jalan tol melayang yang melintas di Tirtoadi, Trihanggo, Sleman. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu roda penggerak ekonomi yang berpotensi mendorong terjadinya peningkatan produksi, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah penduduk miskin.

Pembangunan infrastruktur pemerintah, seperti jalan tol, dapat mengubah kondisi sosial ekonomi penduduk setempat atau yang tinggal di sekitarnya. Perubahan sosial ekonomi ini berkaitan dengan keadaan ekonomi dan sosial penduduk setempat yang terkena dampak pembangunan jalan tol Yogyakarta- Bawen.

Pembangunan jalan tol tidak hanya meningkatkan konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga mengubah struktur, hubungan, serta pola sosial masyarakat di wilayah terdampak.

Perubahan tersebut mencakup pergeseran mata pencaharian, mobilitas sosial, kepemimpinan lokal, interaksi masyarakat, hingga nilai dan norma yang berkembang sebagai bentuk adaptasi terhadap pembangunan infrastruktur.

Memperluas Kawasan Perkotaan

Pakar Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ulung Pribadi, M.Si, menuturkan, dampak tol bagi masyarakat Yogyakarta, tol tidak membuat batas administratif Kota Yogyakarta menjadi lebih luas, tetapi dapat memperluas kawasan perkotaan secara fungsional.

“Dalam studi kebijakan publik, ini disebut urban expansion: aktivitas hunian, perdagangan, jasa, dan investasi bergerak mengikuti aksesibilitas baru. Tol Solo–Yogyakarta–YIA sepanjang 96,57 kilometer dengan investasi sekitar Rp27,49 triliun akan mempercepat hubungan antara Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan pusat kota,” katanya, Senin (24/8/2026)

Ulung Pribadi mengingatkan agar perluasan ini tidak berubah menjadi urban sprawl yang menggusur petani, menaikkan harga tanah, dan mendorong rakyat miskin makin jauh dari pusat pekerjaan.

Political will pemerintah daerah harus hadir melalui tata ruang, transportasi publik, perlindungan lahan pertanian, dan perumahan terjangkau. Bagi saya, keberhasilan tol bukan diukur dari naiknya nilai tanah, tetapi dari apakah akses ekonomi masyarakat kecil ikut membesar secara nyata dan adil bagi semua warga,’ katanya.

Resapan Air Berkurang

Sementara itu, salah satu warga Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Joni Chaniago, menuturkan, ada beberapa dampak negatif pembangunan jalan tol, dampak yang sangat memengaruhi lingkungan yaitu intensitas resapan air menjadi berkurang.

“Ketika hujan lebat dan aliran air tersumbat berisiko besar menimbulkan banjir,” ucapnya.

Joni menuturkan, pembangunan jalan tol juga memengaruhi ekonomi wilayah setempat dengan berbagai cara.

“Nilai properti menjadi meningkat, tetapi banyak juga yang kehilangan pekerjaan. Terutama terasa pada masyarakat yang direlokasi, yang terkadang mengalami penurunan pendapatan dan pekerjaan mereka,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar