Harga Pakan Melambung Tinggi, Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta Bagikan 1.600 Ayam

3 Min Read
Crowd reaching toward a brown-and-white chicken being handed into a truck on a crowded city street with onlookers and police in the background.
Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) menggelar aksi damai pembagian ayam petelur di halaman DPRD DIY dan sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) menggelar aksi damai pembagian ayam petelur di halaman DPRD DIY dan sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Sebanyak 1.600 ayam dibagikan karena sudah memasuki masa afkir.

Aksi turun ke jalan itu murni didasari atas keprihatinan dan kerugian yang terus-menerus dialami oleh para peternak akibat kondisi tata kelola industri, terutama tata niaga bahan baku yang tidak berpihak pada peternak rakyat.

Langkah membagikan ribuan ayam petelur ini terpaksa diambil karena harga pakan telah melambung tinggi hingga titik tidak masuk akal dan menjadi penyebab kerugian usaha peternakan ayam petelur.

Crowd of people outdoors at a festival-like event, someone holds a large brown chicken above the crowd while photographers film.
Warga sekitar Jalan Malioboro berebutan mendapatkan ayam. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Koordinator aksi, Andry Patra, menuturkan, aksi ini sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat. Peternak sengaja mengeluarkan ayam-ayam tersebut untuk menekan populasi yang saat ini dinilai terlalu tinggi.

“Kita mau sedekah ke masyarakat. Harga ayam tidak laku, Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam supaya populasi turun lebih cepat,” terangnya, Senin (10/8/2026).

Peternak Sedang Sedih

Andry membagikan ayam supaya masyarakat yang lain tahu bahwa peternak sedang mengeluh, sedang sedih, mengalami kerugian cukup besar. Kondisi harga telur yang tidak stabil telah berlangsung sekitar tiga bulan.

“Saat ini harga telur berada di kisaran Rp22.000 per kilogram. Harga tersebut masih di bawah harga ideal bagi peternak di kisaran Rp24.000-Rp25.000 per kilogram,” ucapnya.

Menurut Andry, per hari dipastikan peternak rugi Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilo telur. Bisa jutaan, bisa ratusan, bisa miliaran tergantung populasi peternak masing-masing. Harga pakan ayam petelur tersebut mengalami kenaikan sekitar 30-40 persen. Harga pakan konsentrat sekitar Rp480.000 atau kalau menjadi pakan jadi sekitar Rp8.000 per kilogram.

“Kita berharap harga pakan supaya turun sehingga biaya produksi kami bisa turun,” tuturnya.

Salah satu warga dari Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Ngatmi, mengatakan, soal pembagian ayam tersebut ia memang menduga, aksi itu berkaitan dengan kesulitan peternak. Bisa juga ayamnya susah laku atau harganya terlalu murah.

“Peternaknya mungkin merasa rugi, beli pakan saja sudah mahal,” ujarnya.

Memang menurut Ngatmi, membagikan ayam secara cuma-cuma menjadi gambaran kondisi mereka. Ayam yang seharusnya menghasilkan uang justru lebih baik diberikan kepada masyarakat daripada terus dipelihara dengan biaya pakan yang semakin berat.

“Jika persoalan ini terus berlarut, bukan hanya harga ayam yang jatuh. Peternak pun terancam ikut tumbang,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar