Jokowi Ungkap Alasannya Lakukan Safari Politik ke Berbagai Daerah

2 Min Read
Group of men in white and dark shirts standing behind a table at a crowded outdoor event, water bottles and fruit on the table ahead of them.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (baju putih, tengah) saat melakukan safari politik ke Lampung, beberapa waktu lalu (Foto: PSI)

Mabur.co – Meski telah purna sebagai Presiden Republik Indonesia ketujuh sejak Oktober 2024 lalu, termasuk pernah menyatakan akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa, namun Joko Widodo tetap melakukan berbagai aktivitas politik secara terbuka dalam beberapa kesempatan.

Bahkan di pertengahan tahun ini, ia diketahui telah melakukan sejumlah perjalanan ke berbagai daerah, seperti Tegal, Lampung, dan juga NTT, untuk melakukan safari politik.

Adapun safari politik yang dimaksud adalah untuk memperkenalkan partai baru bernama PSI (Partai Solidaritas Indonesia), yang dipimpin oleh anak bungsunya, Kaesang Pangarep.

Menurut Jokowi, banyak masyarakat di berbagai daerah yang masih belum begitu mengenal Partai PSI, sehingga ia berupaya untuk memberikan sedikit kontribusi terhadap PSI, dengan melakukan safari politik ke daerah-daerah tersebut.

“Ada survei yang menunjukkan bahwa PSI ini baru dikenal sebanyak 78% oleh masyarakat Indonesia. Dan baru 48% di antaranya yang tahu kalau PSI ini logonya berlambang Gajah. Jadi (PSI) perlu dipromosikan, perlu terus didorong, dan terus bekerja keras, agar memiliki struktur partai yang komplit sampai ke tingkat desa. Saya pikir hal itu yang akan terus kita dorong dalam beberapa waktu ke depan,” ungkap Joko Widodo, seperti dilansir dari kanal YouTube Tempodotco, Kamis (27/8/2026).

Membesarkan PSI

Lebih lanjut, Jokowi juga memiliki ambisi khusus, untuk dapat memenangkan PSI dalam kontestasi Pemilu 2029 mendatang. Untuk itu, kegiatan safari politik ke berbagai daerah yang dilakukannya saat ini menjadi sangat penting, agar bisa mewujudkan ambisi tersebut.

“Saya ingin berusaha keras agar PSI ini bisa menjadi partai masa depan, partainya anak-anak muda, partainya orang kampung, partainya keluarga Indonesia, partainya rakyat Indonesia. Dan nanti kita lihat di 2029, apakah rakyat akan memberikan dukungan kepada PSI, apakah mereka akan berbondong-bondong ke PSI atau tidak, dan seterusnya,” tambah Jokowi.

Meskipun keterlibatannya dianggap “kecil”, namun Jokowi tetap yakin bahwa kontribusinya ini bisa memberi dampak yang cukup besar bagi perkembangan PSI ke depannya.

Sehingga PSI akan mampu menjadi partai yang sesuai dengan segala macam dinamika zaman, dan dekat dengan keseharian masyarakat di seluruh Nusantara. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar