Ironis! Sekolah Nyaris Roboh dan Tanpa Listrik, Terima Bantuan TV Layar Sentuh

3 Min Read
Rustic rural classroom with wooden desks and benches, chalkboard on the wall, and sunlight filtering through gaps in the wooden walls.
Kondisi SD Negeri Boeng terletak di Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT yang mendapat bantuan TV layar sentuh. (Foto: Instagram @alwijo)

Mabur.co — Sebuah sekolah dasar di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial. 

Pasalnya sekolah yang memiliki kondisi memprihatinkan dan hampir roboh, justru mendapat bantuan pemerintah berupa TV berukuran besar.

Yang lebih parah, bantuan TV itu diberikan kepada sekolah yang belum tersentuh aliran listrik sama sekali. 

Hal itu terungkap setelah seorang konten kreator bernama Alwi Johan Yogatama mengunggah kondisi sekolah tersebut. 

Melalui akun Instagram pribadinya @alwijo Alwi, dikutip mabur.co, Selasa (8/9/2026), membagikan pengalaman yang ditemui langsung saat menjadi socio traveller.

Unggahan Alwi itu pun langsung viral dan mendapat perhatian netizen. Selain mendapat 400 ribu like lebih video itu juga mendapat 14 ribu komentar, dan 61 ribu kali dibagikan.

Dalam video tersebut, Alwi nampak memperlihatkan kondisi SD Negeri Boeng, yamg terletak di Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT. 

Mirip Kandang Ayam

Nampak sebuah bangunan sekolah yang sangat tidak layak karena lebih mirip kandang ayam. Dindingnya terbuat dari bambu, atapnya seng, dan lantainya berupa tanah.

Tak ada bangku dan meja sekolah kecuali kayu keropos yang digunakan sebagai tempat belajar siswa. 

Alwi menyebut, sekolah itu sudah berdiri sejak 2008 dan belum pernah direnovasi. Sejumlah bagian dinding bangunan juga disebut sudah rusak dan berlubang.

Namun yang membuat semua orang terheran-heran adalah saat sekolah itu menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa TV layar sentuh berukuran sangat besar. 

Yang lebih parah lagi, Alwi mengungkapkan bahwa sekolah tersebut belum mendapatkan aliran listrik sama sekali.

Para guru disebut sudah sempat mencoba menghidupkan perangkat TV tersebut menggunakan generator diesel. Namun, TV tidak dapat menyala karena membutuhkan daya yang cukup besar.

Kondisi itu langsung menjadi sorotan netizen. Tak sedikit netizen mempertanyakan bagaimana mungkin perangkat pembelajaran berbasis teknologi bisa dimanfaatkan jika listrik saja belum tersedia?

Penyediaan Fasilitas Pendidikan

Tak hanya itu, tak sedikit netizen termasuk Alwi sendiri juga mempertanyakan prioritas penyediaan fasilitas pendidikan oleh pemerintah di sekolah tersebut.

Menurut dia, kondisi ruang kelas semestinya menjadi perhatian terlebih dahulu apabila bangunan memang mengalami kerusakan.

Dalam unggahannya, ia menilai pemberian perangkat teknologi tanpa dibarengi kesiapan infrastruktur dasar, justru menunjukkan adanya persoalan dalam menentukan prioritas pembangunan pendidikan.

Tanpa ragu ia bahkan menyebut kebijakan ini sebagai sebuah kebijakan tolol yang menunjukkan carut-marutnya pengelolaan dunia pendidikan saat ini.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar