Mabur.co – Potongan ceramah lawas Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun kembali menjadi perbincangan setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Cak Nun pernah membahas skenario lima gunung meletus dalam waktu yang berdekatan.
Video itu kembali muncul ketika aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut membuat pernyataan Cak Nun tentang lima gunung meletus ramai dikaitkan dengan situasi kebencanaan yang sedang terjadi.
Namun, isi ceramah tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati. Pernyataan Cak Nun merupakan bagian dari pembahasan reflektif mengenai perubahan masyarakat, sejarah, kebudayaan, dan kemungkinan terjadinya masa transisi. Bukan pernyataan ilmiah yang dapat digunakan untuk memprediksi erupsi gunung api.
Dilansir dari akun YouTube Caknun, Selasa (8/9/2026), membicarakan kemungkinan lima gunung di Indonesia mengalami letusan. Skenario tersebut digambarkan dapat terjadi hampir bersamaan maupun secara bergantian.
Pembahasan kemudian melebar ke posisi Yogyakarta dalam perjalanan sejarah Indonesia. Cak Nun menjelaskan bahwa secara administrasi dan konstitusi, Yogyakarta merupakan bagian dari Indonesia.
Di sisi lain, ia melihat Yogyakarta memiliki kekhasan yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan kebudayaannya.
Dari konteks tersebut, pembahasan mengenai gunung kemudian diarahkan pada gambaran perubahan besar yang mungkin terjadi setelah ada bencana.
Bukan Ramalan Erupsi Gunung
Bagian tentang lima gunung meletus menjadi perhatian warganet karena muncul kembali ketika aktivitas vulkanik Indonesia meningkat pada awal September 2026.
Pada 7 September 2026, terdapat lima gunung api yang berada pada status Level III atau Siaga, yakni Gunung Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru, dan Sinabung.
Gunung Anak Krakatau juga mengalami peningkatan aktivitas dan erupsi sejak awal September. Dampak abu vulkaniknya bahkan sempat mengganggu operasional sejumlah bandara. Kondisi tersebut membuat potongan ceramah Cak Nun semakin mudah dikaitkan dengan situasi terkini.
Meski demikian, tidak tepat menyebut ceramah tersebut sebagai prediksi ilmiah mengenai erupsi yang sedang berlangsung. Tidak ada dasar ilmiah untuk menyimpulkan bahwa lima gunung yang disebut dalam ceramah merupakan gunung-gunung yang saat ini berstatus Siaga.
Dalam ceramahnya, Cak Nun tidak hanya membicarakan letusan sebagai bencana. Gambaran kehancuran digunakan untuk menjelaskan gagasan tentang perubahan besar dalam kehidupan manusia dan masyarakat.
