Kotabaru Heritage Film Festival, Inovasi Menonton Film dari Atas Becak Listrik 

3 Min Read
Outdoor festival scene with a large stage screen reading 'Kotabaru Heritage Festival' and many colorful rickshaws and chairs on a grassy field.
Menonton film dengan duduk di atas becak dalam Kotabaru Heritage Film Festival. (Foto: Dok KHFF)

Mabur.co – Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta akan kembali menggelar Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) pada 17 hingga 19 September 2026 mendatang.

Seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, festival film ini akan mencoba mengajak pengunjung untuk menikmati film dengan cara yang berbeda.

Jika selama ini menonton film identik dengan bioskop, maka dalam festival ini pengunjung akan diajak menikmati film di tempat terbuka dengan duduk dari atas kursi becak listrik. 

Lewat program Becak Drive in Cinema itulah, film berjudul Para Perasuk (Levitating) karya sutradara Wregas Bhanuteja akan disetel sebagai bagian dari acara.

Padukan Film dan Unsur Sejarah

Dipusatkan di kawasan Terban, Kotabaru, Yogyakarta, KHFF 2026 akan menjadi ajang festival yang memadukan dunia film dengan unsur sejarah dan kebudayaan. 

Dilansir HarianJogja, Sabtu (12/9/2026), Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, mengatakan KHFF 2026 akan menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan film dan kebudayaan.

Kawasan Kotabaru yang dikenal memiliki sejarah panjang, akan disulap menjadi tempat menikmati film lewat berbagai kegiatan. Dengan begitu masyarakat tidak hanya datang sekadar untuk menikmati film namun juga mengenal ruang-ruang kota dan cerita di baliknya. 

“Film menjadi medium yang strategis karena tidak hanya mendokumentasikan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi generasi baru untuk mengenal, menafsirkan, dan membicarakan kembali,” kata Yetti dilansir HarianJogja. 

Menurut Yetti, perpaduan film, warisan budaya, dan ruang kota diharapkan mampu membuat kawasan cagar budaya tetap hidup dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini khususnya generasi muda.

Selain menonton film, KHFF 2026 juga akan menyelenggarakan berbagai program kegiatan mulai dari workshop, diskusi, hingga berbagai aktivasi ruang publik lainnya. 

Sasar Pelajar, Mahasiswa, dan Komunitas

Tahun ini penyelenggara juga menghadirkan KHFF EduScreen, program yang menyasar pelajar, mahasiswa, dan komunitas.

Peserta yang mendaftar dapat mengikuti sejumlah program pilihan festival secara gratis beserta fasilitas pendukungnya.

Program ini membuat KHFF tidak hanya menjadi tempat menonton film, tetapi juga ruang belajar dan bertemu bagi kelompok masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap film dan kebudayaan.

Sejumlah seniman dan kelompok kesenian seperti Kantata Takwa dan Sawung Jabo Sirkus Barock, juga akan dijadwalkan turut memeriahkan acara melalui program Heritage in Indonesian Cinema. 

Pertemuan Kantata Takwa dengan Sawung Jabo ini menjadi salah satu bagian menarik dari festival karena mempertemukan sinema, musik, memori kolektif, dari lintas generasi.

Dengan konsep tersebut, KHFF 2026 tidak hanya menawarkan tontonan film. Festival ini juga mencoba mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan warisan sejarah dan budaya yang ada di kotanya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar