Perupa Yusuf Susilo Hartono Gelar Pameran Tunggal, Usung Isu Tubuh Urban

2 Min Read
Poster for 'Negosiasi Tubuh Urban: Tradisi, Warisan, dan Gaya Hidup' with a monochrome portrait on the left and colorful art on the right; includes opening date and venue details in Indonesian.
Poster pameran tunggal Yusuf Susilo Hartono. Foto: Istimewa

Mabur.co – Perupa Yusuf Susilo Hartono kembali menggelar pameran seni rupa bertajuk Negosiasi Tubuh Urban: Tradisi, Warisan dan Gaya Hidup yang digelar di Cemara 6 Galeri -Toeti Heraty Museum Jl. HOS Cokroaminoto No 9-11 Menteng – Jakarta Pusat.

Kurator pameran adalah Dr. Citra Smara Dewi. Durasi pameran sepanjang 10-18 Oktober 2026 pukul 10.00– 17. 00 WIB. Pembukaan pameran pada Jumat 9 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB diresmikan oleh Maya Saraswati Rizano.

Menurut Yusuf Susilo Hartono, sebagaimana dipaparkan dalam rilis yang diterima mabur.co, Rabu (23/9/2026), tema pameran yang diambil adalah tubuh urban.

Bagi Yusuf, dalam sudut pandang seni rupa, tubuh urban hari ini bukanlah sekadar entitas biologis, melainkan sebuah medan tempur dan ruang negosiasi.

“Tubuh dipaksa beradaptasi dengan ritme modernitas (gaya hidup) namun di saat yang sama, tubuh membawa ingatan masa lalu (tradisi, warisan) yang enggan luntur,” papar Yusuf.

Dalam pameran ini pula, Yusuf berusaha membingkai tubuh urban sebagai siasat negosiasi dan bertahan dan bukan sebagai korban modernitas.

Sejauh ini Yusuf Susilo Hartono dikenal sebagai pelukis, penyair dan jurnalis senior. Berkarya sejak awal dekade 1980 sampai sekarang.

Pernah pameran tunggal di Galeri Nasional (2014), Museum Nasional (2022), Taman Ismail Marzuki (2002), Pusat Kebudayaan Jepang (2002), Masterpiece (2013), Emmitan Gallery (2013), Expose The Cafe (1998), Balai Budaya (1990) dan lain-lain.

Buku kumpulan sketsanya Moment and Essence (2013). Aktif di Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) 1997 – 2017.

Menjadi finalis Philip Morris Indonesia Art Awards (2000), Indofood Art Award (2001). Karyanya dikoleksi para pecinta seni dari dalam dan luar negeri.

Di dunia jurnalistik, pemegang kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers ini, menjadi wartawan seni budaya koran sore Surabaya Post di Jakarta, Pemred Majalah Visual Arts (2007 – 2011), Majalah Galeri (2012-2022), dll. Kini sebagai Ketua Departemen Seni dan Budaya PWI Pusat.

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar