Daratan Baru 30,3 Hektare Terbentuk, Publik Pertanyakan Kebenaran “Cucu” Gunung Krakatau

2 Min Read
Aerial view of a circular whirlpool or foam ring forming on blue-green ocean water, seen from above.
Dataran baru yang terbentuk di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Fenomena unik kembali terjadi pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa bulan terakhir. Setelah muncul fenomena “telur ceplok” di bagian kawah, kini Gunung Anak Krakatau diduga menciptakan dataran atau pulau baru.

Dataran atau pulau baru yang diperkirakan memiliki luas sekitar 30,3 hektare itu muncul di tengah laut tak jauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Video kabar tentang lahirnya dataran baru itu pun langsung viral di media sosial dan mendapat perhatian luas dari warganet. Tak sedikit warganet bahkan menyebut dataran itu sebagai anak dari Gunung Anak Krakatau atau “Cucu Krakatau”. 

Material Vulkanik yang Menumpuk Selama Aktivitas Erupsi

Dilansir IDN Times, Rabu (23/9/2026), kemunculan dataran baru itu sendiri bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari material vulkanik yang terus terlontar dan menumpuk selama aktivitas erupsi.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya daratan baru tersebut.

“Ya benar informasinya, kurang lebih 30,3 hektare,” kata Suwarno saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Menurut Suwarno, material hasil erupsi mulai membentuk daratan sejak aktivitas GAK berlangsung pada Juli lalu. Material vulkanik yang terlontar kemudian menumpuk di sekitar kawasan gunung.

“Ya itu hasil erupsi kemarin dari mulai bulan Juli. Luasannya puluhan hektare, jadi nggak mungkin mendadak dapat muncul begitu,” ujar dia.

Kemunculan daratan tersebut kemudian menimbulkan dugaan apakah kawasan baru itu berkaitan dengan terbentuknya kerucut gunung api baru atau “anak” dari Gunung Anak Krakatau.

Namun, Suwarno mengatakan hal tersebut belum dapat dipastikan. Aktivitas magma di kawasan Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih terus dalam pemantauan.

Menurut dia, Gunung Anak Krakatau memiliki saluran magma yang memungkinkan magma bergerak dan mencari celah untuk mencapai permukaan.

“Ya tetap saja di situ karena kan dia mempunyai pipa-pipa magma. Kalau masalah akan keluar cucunya, belum kita ketahui,” jelasnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar