Dua Spesies Baru Laba-laba Laut Ditemukan, Punya Spesifikasi Mengejutkan!

4 Min Read
Microscopic view of a six- to eight-armed ice crystal resembling a snowflake against a dark background, with a 500 µm scale bar.
Spesies baru laba-laba laut Tanystylum kiixin. (Foto: Cormac Toler-Scott via CNN)

Mabur.co – Dua spesies baru laba-laba laut ditemukan ilmuwan di Laut Salish, perairan yang berada di antara British Columbia, Kanada, dan Washington, Amerika Serikat.

Kedua spesies tersebut ditemukan dalam penyelaman hingga kedalaman 18 meter pada September 2023 hingga Agustus 2024. Hasil penelitian mereka kemudian diterbitkan dalam jurnal Organisms Diversity & Evolution pada September 2026.

Spesifikasi Mengejutkan

Salah satu spesies diberi nama Callipallene pilosuspedes. Hewan ini memiliki ciri yang cukup mencolok berupa duri panjang dan melengkung yang menutupi bagian bawah kakinya.

Nama pilosuspedes diambil dari bahasa Latin. Pilosus berarti berbulu, sedangkan pedes berarti kaki.

Selain kakinya yang dipenuhi duri, spesies ini memiliki belalai ramping, mata berwarna merah, tiga bagian seperti bibir pada bukaan mulut berbentuk segitiga, serta cakar.

Yang menarik, hewan ini juga memiliki sepasang anggota tubuh yang disebut oviger. Bentuknya menyerupai kaki, tetapi tidak digunakan untuk berjalan. Pada Callipallene pilosuspedes, anggota tubuh tersebut sangat lincah dan diduga berfungsi untuk membersihkan tubuh.

Para peneliti mengamati hewan tersebut menggunakan ovigernya untuk melilit kaki. Duri-duri pada anggota tubuh itu kemudian digunakan seperti sisir untuk membersihkan bagian tubuhnya.

Spesies kedua diberi nama Tanystylum kiixin. Berbeda dengan Callipallene pilosuspedes, spesies ini memiliki oviger yang jauh lebih kecil dan kurang lincah sehingga tidak dapat membersihkan tubuhnya secara efektif.

Nama kiixin, yang diucapkan “Kee-hin”, diambil dari suara deburan ombak di dasar laut dekat lokasi penemuannya, yang merupakan situs desa kuno masyarakat adat.

T. kiixin memiliki perut berbentuk seperti jam pasir, mata hitam, serta cakar yang menyerupai kenop. Hewan ini juga diketahui sering ditemukan dalam kondisi tertutupi parasit-parasit kecil.

Bukan Laba-laba Melainkan Arthropoda Laut

Meski disebut laba-laba laut, hewan tersebut sebenarnya bukan laba-laba sejati. Mereka termasuk kelompok arthropoda laut yang masih berkerabat dengan laba-laba, kalajengking, dan kepiting tapal kuda.

Dilansir dari CNN, Selasa (29/9/2026), para ilmuwan hingga kini telah mengidentifikasi hampir 1.400 spesies laba-laba laut. Kelompok hewan tersebut diperkirakan telah ada sejak sekitar 500 juta tahun lalu.

Laba-laba laut hidup di dasar perairan. Mereka dapat merayap di dasar laut, berjalan di atas hewan atau tumbuhan, bahkan beberapa spesies mampu mengapung di air.

Ukurannya sangat beragam, mulai kurang dari 1 sentimeter hingga sekitar 70 sentimeter.

Hewan ini umumnya memiliki empat segmen tubuh dan empat pasang kaki panjang, meskipun beberapa jenis dapat memiliki hingga 12 kaki. Spesies yang hidup di perairan dangkal juga sering memiliki empat mata.

Salah satu ciri yang membedakannya dari banyak arthropoda lain adalah sistem organ yang bercabang hingga ke bagian kaki. Mulutnya digunakan untuk mengisap cairan dari hewan laut bertubuh lunak.

Pada kelompok ini, pejantan juga memiliki anggota tubuh khusus untuk membawa telur hingga menetas.

Baru 17 Spesies Terdokumentasi 

Penemuan dua spesies baru tersebut juga menjadi bagian dari upaya ilmuwan mendokumentasikan keanekaragaman hayati Laut Salish.

Menurut penelitian tersebut, baru 17 spesies laba-laba laut yang terdokumentasi secara meyakinkan di kawasan perairan dangkal Laut Salish. Padahal, wilayah tersebut memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan garis pantainya semakin padat penduduk serta berkembang.

Peneliti utama Cormac Toler-Scott mengatakan, penelitian mengenai laba-laba laut dilakukan karena masih sedikit informasi mengenai spesies yang hidup di kawasan tersebut, termasuk bagaimana mereka menjalani kehidupannya.

Pendokumentasian spesies baru dinilai penting untuk mengetahui kekayaan hayati laut sekaligus menentukan kawasan yang membutuhkan perhatian konservasi, terutama di tengah tekanan aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar