Mabur.co – Di kalangan penikmat tasawuf, tokoh sufi bernama Rumi sudah tidak asing lagi. Dia tidak hanya dikenal karena karya-karyanya yang menggugah jiwa.
Dia juga meninggalkan warisan monumental berupa tarian sufi berputar yang hingga kini masih banyak dipraktikkan oleh sebagian umat Islam. Terutama bagi mereka yang berminat dalam dunia kesufian.
Rumi dikenal memiliki nama asli Jalaluddin Muhammad Balkhi (1207-1273 Masehi), namun ia lebih masyhur dengan nama Jalaluddin Rumi.
Rumi adalah seorang penyair sufi asal Persia. Hingga kini, karya-karyanya masih banyak dinikmati oleh sebagain umat Islam di seluruh dunia.
Karya Terkenal Rumi
Salah satu karya Rumi yang paling terkenal berjudul “Matsnawi”, kitab yang terdiri dari tujuh jilid ini berisi puisi-puisi cinta tentang kerinduan kepada Tuhan.
Penari sufi, Muhammad Rizki, menjelaskan, salah satu kontribusi besar Rumi dalam ilmu tasawuf adalah ia meninggalkan warisan berupa tarian sufi berputar yang hingga sekarang masih banyak ditemui di kalangan umat Islam.
Tarian sufi ini dilakukan dengan cara berdiri dan berputar-putar sambil menghayati kehadiran Tuhan dalam diri sang makhluk.
“Tarian ini diciptakan Rumi untuk mengekspresikan kesedihannya saat ditinggal mati oleh sang guru bernama Syamsuddin Tabriz. Selama tiga hari tiga malam, Rumi menari berputar-putar untuk meluapkan kesedihannya, yang sekaligus sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,” ucapnya saat ditemui usai pentas acara Festival Rumi Day di Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Rizki, tarian sufi atau juga dikenal dengan tarian sema merupakan bentuk meditasi yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Dalam tarian ini, diharapkan dapat merasakan pengalaman batin dan melebur bersama Sang Khalik. Untuk itu, mereka juga diharapkan bisa mencapai kesempurnaan iman dengan cara menanggalkan ego dan kesenangan duniawi,” ucapnya.
Cinta Universal
Salah satu pengunjung, Rochmat, mengatakan, Rumi merupakan salah satu sufi besar yang pemikirannya banyak mengajarkan tentang cinta universal, baik cinta kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia.
“Maulana Jalaluddin Rumi ini kan sufi besar. Dari kajian-kajian yang ada, dari karya-karyanya itu kan dianggap, bahkan sebenarnya agamanya kan agama cinta. Tentu cinta universal, tentang Ilahiyah juga, tentang ke sesama. Jadi, acara ini tentu dimaksudkan untuk menyentuh nilai-nilai cinta itu,” katanya. ***
