Pameran Lukisan Kulon Progo Annual Art 2026, Ajak Masyarakat Siaga Hadapi Tantangan Kehidupan 

4 Min Read
Two visitors stand side by side in an art gallery, admiring large colorful paintings on red and blue walls.
Masyarakat antusias menyaksikan Pameran Kulon Progo Annual Art 2026. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Lukisan berjudul Bale Sigolo-golo karya seniman Gana ini mencuri perhatian dalam Pameran Kulon Progo Annual Art 2026 yang digelar di Kulon Progo, Selasa (13/10/2026) siang.

Mengangkat lakon kisah wayang kulit tentang tragedi jebakan licik Kurawa untuk membunuh para Pandawa, lukisan akrilik berukuran 100×150 cm ini begitu relevan dengan kondisi saat ini.

Sosok wayang mirip tokoh Bima atau Werkudara terlihat digambarkan tengah berlari sigap menyelamatkan 4 saudaranya dengan cara dibopong menggunakan kedua lengannya.

Di belakangnya, api berkobar dahsyat melalap sebuah bangunan yang telah hangus terbakar bersama hutan di sekelilingnya.

Bulan purnama nampak tak bisa beranjak, terjebak kepungan asap yang memerah di kejauhan. 

Two visitors, an elderly man and a woman in a hijab, view a vibrant painting on a red gallery wall.
Pengunjung menyaksikan lukisan Bale Sigolo-golo dalam Pameran Kulon Progo Annual Art 2026 di Gedung Kesenian Kabupaten Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Seekor hewan mirip garangan putih juga terlihat lari ketakutan di tengah situasi malam yang mencekam itu.

Refleksi Kebakaran Hutan

Lewat selembar lukisan itu, sang pelukis seolah sedang mengingatkan akan peristiwa kebakaran hutan yang tengah melanda Sumatra serta Kalimantan saat ini. 

Ancaman kematian para Pandawa, ketakutan hewan-hewan, kesigapan Bima, serta siasat licik Kurawa, menjadi bagian dari kisah yang menggambarkan tragedi tersebut.

Lukisan itu hanyalah satu dari 40 karya yang ditampilkan dalam Pameran Kulon Progo Annual Art 2026 yang digelar hingga 27 Oktober mendatang.

Tahun ini, pameran mengangkat tema “Tatag”, sebuah kata dalam bahasa Jawa yang menggambarkan kesiapan seseorang menghadapi berbagai keadaan dan persoalan dalam kehidupan.

Close-up of a man in a blue patterned shirt and gray flat cap being interviewed in an art gallery, with a blue wall and a painting of a baby in the background.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito (Foto: JH Kusmargana)

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, menjelaskan, tema tersebut dipilih untuk mengajak masyarakat bersiap menghadapi beragam tantangan dalam kehidupan.

Baik itu tantangan dalam bidang politik, hukum, ekonomi, maupun sosial. Kesiapan itu juga diperlukan ketika menghadapi bencana dan berbagai musibah yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Relevan dengan Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

Menurut Joko, semangat tersebut relevan dengan momentum hari jadi ke-75 Kulon Progo yang diperingati bulan ini. Ia berharap daerah ini semakin siap menghadapi berbagai tantangan dan terus berkembang menjadi lebih baik.

Dalam pameran tahun ini, pihak penyelenggara membatasi jumlah peserta menjadi 40 seniman dengan total 40 karya yang dikompetisikan. 

Hal tersebut diharapkan dapat mendorong seniman menghadirkan karya berkualitas sekaligus memberi ruang bagi gagasan dan pesan yang ingin disampaikan melalui seni.

Group of visitors examining colorful paintings on a blue wall in an art gallery.
Para pengunjung saat menyaksikan Pameran Kulon Progo Annual Art 2026. (Foto: JH Kusmargana)

Untuk menjaga kualitas karya, panitia telah menyiapkan tim kurator guna memberikan rekomendasi mengenai kelayakan karya untuk dipamerkan. Penyelenggara juga menyiapkan apresiasi terhadap karya dan seniman yang terlibat.

Joko menambahkan, sejumlah hotel dan pihak bandara telah mengajukan permintaan agar karya-karya seniman Kulon Progo itu dapat ditampilkan di tempat mereka. Peluang tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan apresiasi, termasuk kepada pengunjung dari luar daerah maupun luar negeri.

Gedung Kesenian Kulon Progo sendiri dipilih sebagai lokasi pameran karena menjadi salah satu ruang seni representatif yang dimiliki Kulon Progo sebelum hadirnya Taman Budaya. Pemanfaatan gedung ini diharapkan dapat mengoptimalkan kembali fungsinya sebagai ruang kegiatan seni dan kebudayaan.

Melalui Pameran Kulon Progo Annual Art 2026, karya seni tidak hanya menjadi objek untuk dinikmati, tetapi juga medium untuk menyampaikan gagasan dan mengajak masyarakat membaca berbagai persoalan kehidupan. 

Sejalan dengan tema “Tatag”, pameran ini menempatkan seni sebagai salah satu cara untuk merefleksikan tantangan sekaligus membangun kesiapan menghadapinya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar