Hadirkan 500 Karya, ARTSUBS 2026 Jadi Pusat Perjumpaan Seniman Kontemporer di Surabaya

2 Min Read
Sculpture of two pale figures with purple hair embracing at a table in a gallery, on a gray patterned cloth.
Salah satu karya yang dipamerkan dalam ARTSUBS 2026. (Foto: Instagram @art.subs)

Mabur.co – Lebih dari 500 karya dari 120 seniman Indonesia dipamerkan dalam ARTSUBS 2026 di kompleks Balai Pemuda, Surabaya. 

Mengusung tema BORDER, THRESHOLD AND BEYOND, pameran seni rupa kontemporer ini menghadirkan beragam eksplorasi bentuk, material, dan gagasan dari para seniman.

Pameran yang berlangsung hingga 8 November 2026 mendatang ini terbagi dalam enam zona. Pengunjung dapat menemukan karya dua dimensi, patung, hingga instalasi tiga dimensi dengan pendekatan artistik yang beragam.

Miniatur IKN

Dilansir mabur.co dari IDN Times, Minggu (11/10/2026), salah satu karya yang menarik perhatian adalah miniatur Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) karya Nyoman Nuarta.

Miniatur tersebut memungkinkan pengunjung mengamati detail bangunan ikonik itu melalui interpretasi artistik dalam ukuran lebih kecil.

Karya lain yang mencuri perhatian adalah Cakra Manggilingan dari Andy Rahman. Karya kolaboratif ini memanfaatkan limbah plastik dan logam sebagai material, memperlihatkan bagaimana bahan yang kerap dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi karya seni.

ARTSUBS 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati karya, tetapi juga mempertemukan beragam pendekatan dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Pengunjung dapat mengamati perbedaan teknik, material, dan gagasan yang dibawa setiap seniman.

Dikutip dari Antara, ARTSUBS tahun 2026 kali ini digelar untuk ketiga kalinya. Direktur Utama ARTSUBS, Rambat, mengatakan pemilihan Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan bukan keputusan kebetulan.

Bangun Ekosistem Seni Rupa di Daerah

Pasalnya pameran ini ingin membangun ekosistem seni rupa di daerah yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

Menurut Rambat, Surabaya kerap dipandang sebelah mata dalam pembicaraan mengenai pasar seni. Padahal, kota ini memiliki potensi untuk menjadi pusat kegiatan seni rupa berskala besar.

Sementara itu, kurator Asmujo Jono Irianto, melihat ARTSUBS sebagai ruang yang mempertemukan berbagai jejaring dan praktik seni rupa yang sebelumnya berkembang melalui pameran-pameran berskala kecil.

Melalui penyelenggaraan ini, ARTSUBS diharapkan tidak sekadar menghadirkan pameran besar, tetapi juga memperluas jangkauan publik dan memperkuat perkembangan ekosistem seni rupa kontemporer di Surabaya dan Jawa Timur.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar