Mabur.co – Kue kipo, kudapan tradisional khas Kotagede, Yogyakarta, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Nusantara.
Dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang legit, kue mungil berwarna hijau ini memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Mataram berkuasa di Pulau Jawa.
Kegemaran Sultan Agung
Keunikan dan cita rasanya menjadikan kue kipo tetap dicari hingga kini, bahkan diyakini sebagai makanan kegemaran Sultan Agung.
Nama “kipo” sendiri memiliki asal-usul yang menarik, berasal dari akronim pertanyaan dalam bahasa Jawa, “Iki opo?” yang berarti “Ini apa?”.
Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh pembeli yang penasaran saat pertama kali melihat kue tersebut. Meskipun sempat hilang dari peredaran, kue kipo berhasil dipopulerkan kembali pada 1946.
Penjual kipo di kawasan Kotagede, Yani mengatakan, kulit kipo terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan air daun pandan atau daun suji, yang memberikan warna hijau alami serta aroma khas. Campuran ini kemudian diuleni hingga kalis dan bisa dibentuk tipis.

Untuk isiannya, digunakan kelapa parut yang dimasak dengan gula Jawa hingga menghasilkan rasa yang manis dan legit.
“Isian ini kemudian dibungkus dengan adonan kulit tepung ketan, lalu dipipihkan agar bentuknya menjadi lonjong,” ucapnya, Senin (26/10/2026).
Yani hanya memproduksi beberapa bungkus saja setiap harinya. Sehingga, jika terlambat datang atau kesiangan, terkadang sudah ludes.
Tak Tahan Lama
Sementara itu kipo juga tak bisa bertahan lebih dari 24 jam.
“Oleh karenanya, pantang mengangkut jajanan ini untuk jadi oleh-oleh yang menempuh perjalanan jauh ke luar Yogyakarta, jika tidak ingin basi sampai tujuan,” ucapnya.
Harga satu porsi kipo terjangkau, yakni Rp3.000 berisi lima kipo.
“Saya berharap makanan tradisional dapat terus dilestarikan. Saya mengajak anak muda agar mau mengenal makanan tradisional. Semoga masyarakat tetap melestarikan makanan kipo ini. Untuk anak muda jangan terpancing dengan makanan siap saji, coba untuk lebih mengenal makanan-makanan tradisional yang berbahan alami dan murah meriah,” katanya.
