Mabur.co – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mencatat masih rendahnya tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia saat ini.
Berdasarkan kajian Perpusnas pada 2025 lalu, tercatat indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional hanya berada di angka 54,8. Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tercatat sebesar 52,43.
Rendahnya indeks TKM dan IPLM itulah yang menjadi sorotan Perpusnas di tengah upaya memperkuat budaya baca di Indonesia.
Pasalnya penambahan koleksi buku perpustakaan selama ini dinilai belum cukup untuk mengajak masyarakat mau membaca buku.
Karena itulah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menilai pentingnya pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
“Penguatan budaya membaca tidak cukup hanya dengan menambah koleksi buku. Kita perlu memastikan bahan bacaan dimanfaatkan, layanan perpustakaan mudah diakses, dan kegiatan literasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Adin dilansir laman resmi Perpusnas, Senin (26/10/2026).
Menurut Adin, keberhasilan perpustakaan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat.
Karena itu, penguatan budaya baca perlu dilakukan melalui penyediaan bahan bacaan berkualitas, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan, perbaikan layanan, hingga kerja sama dengan berbagai pihak.
Dengan cara itulah perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang publik yang inklusif untuk menambah pengetahuan, mengembangkan kreativitas, hingga meningkatkan keterampilan.
“Perpustakaan harus terus bertransformasi, tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pengembangan kecakapan literasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom mengaku belum bisa memaksimalkan perpustakaan Daerah Kabupaten Samosir , karena adanya sejumlah keterbatasan, terutama pada sarana prasarana dan pelayanan kepada pemustaka.
Meski begitu peenkab Samosir mengaku tetap berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan. Baik itu dengan membuat inovasi, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui kegiatan berbasis iinklusm
Vandiko berharap hasil evaluasi dan rekomendasi tim asesor Perpusnas dapat menjadi acuan perbaikan layanan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
“Masukan tersebut tentu akan menjadi peta jalan atau rencana aksi bagi kami untuk meningkatkan standar pelayanan perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP),” katanya.
