Para Pelukis Antusias Rayakan Sumpah Pemuda, Respons Berbagai Isu Aktual dalam Kanvas

3 Min Read
Salah satu pengunjung, Tiara, saat sedang melihat-lihat pameran. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Ruang Jiwa menggelar Paintings Exhibition   Rawat Ruwat Alam dan Mitigasi Sosial di Era Digital yang digelar di Horison Emerald Timoho Yogyakarta.

Pameran lukisan tersebut menghadirkan belasan pelukis maestro, pelukis reguler, dan pelukis difabel selama 9 hari sejak 28 Oktober s/d 5 November 2026.

Para pelukis yang berpameran yakni Mbah Kibar (Suhardiyono), Gus Black ISI Jogja, Joni Samudra, Heri Susanto, Dudin Wangsa, Kelik, Amalia, Likyon, Alfian, Putri, Ni Putu Devita, Yogi, Amalia Nur, Aditya, Kuswanto, Heri Art, Arsiyas Art, Hanum Maharani, Kriskon, Nur Hananto, Merlyna, Agus Cavaleri, Sapto Agus, Yanto, Kristiyanto, Kuswanto.

Salah satu lukisan dalam pameran Rawat Ruwat Alam dan Mitigasi Sosial di Era Digital, digelar di Horison Emerald Timoho, Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ketua Panitia, Sukoco, mengungkapkan bahwa sampai H-1 puluhan lukisan masih berdatangan untuk ikut dipamerkan dalam acara tersebut.

Seniman Antusias Rayakan Sumpah Pemuda

Membuktikan semangat dan antusiasme dari seniman untuk menyemarakkan perayaan 98 tahun Hari Sumpah Pemuda.

“Kami berharap besar agar pameran lukisan dan diskusi publik yang ada dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri untuk hadir ke Yogyakarta. Berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi dan sektor pariwisata di DIY dan sekitarnya,” katanya, Rabu (28/10/2026).  

Kurator Pameran, Supadiyanto, mengungkapkan dari segi kuantitas, jumlah pelukis yang mengikuti pameran luar biasa.

Hampir 30 pelukis turut berkontribusi dengan ratusan lukisan yang dipamerkan. Dari segi kualitas, berbagai teknis melukis, genre melukis, dan ide lukisan yang kreatif serta monumentalis dielaborasikan dalam karya lukisan tersebut.

Angkat Isu Lingkungan dan Lain-lain

“Isu-isu yang disentil para pelukis mengangkat soal heroisme (kepahlawanan), nasionalisme, krisis lingkungan hidup, masalah sosial, budaya lokal, keseimbangan alam, kontemporer, dan isu-isu menarik global maupun lokal lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Tiara menuturkan, lukisan yang dipamerkan rata-rata membawa konsep alam. Ada juga gaya abstrak hasil karya pelukis lama. Lukisan semacam ini memiliki ciri khas tersendiri,” ucapnya.

Tiara berharap, di Hari Sumpah Pemuda bisa menggairahkan rasa peduli. Seperti mau menjaga alam.

“Cara pelukis menyampaikan juga lebih up to date sehingga bisa membantu agar terus peduli dengan alam,” ucapnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar