Lokasi Strategis, Bakpia Pathok 25 Bandara Jaya Diserbu Wisatawan

Mabur.co- Setiap perjalanan pulang kampung rasanya belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh.

Data jajak pendapat Kompas menunjukkan, 67 persen orang Indonesia tak lupa menyiapkan buah tangan untuk keluarga atau kerabat saat hendak kembali dari perjalanan pulang ke kampung.

Dari Kota Yogyakarta, pilihan paling digemari tentu saja bakpia, kue mungil berbentuk bulat pipih yang kini menjadi ikon kota.

Bakpia basah yang berisi kacang ijo umbi ungu dan kacang merah Foto Setiaky A Kusuma

Bakpia merupakan simbol harmoni dan akulturasi masyarakat Yogyakarta. Di antara berbagai pilihan oleh-oleh, Bakpia Pathok 25 menjadi salah satu yang paling dikenal sekaligus produsen bakpia terbesar di kota ini meski bukan pemain pertama.

Sentuhan cita rasa penuh kehangatan dari Tan Aris Nio yang dilanjutkan oleh Siek Angling Saputra Sanjaya menjadikan Bakpia Pathok 25 sebagai kuliner legendaris. 

Ada cerita menarik di balik kesuksesan merek bakpia legendaris ini.

Dilansir dari buku Babahe Bakpia Pathok 25: Pelipur Bara Keistimewaan Jogja karya Prof. M. Alie Humaedi, diceritakan Siek Angling Saputra Sanjaya, sejak masih Sekolah Dasar harus kehilangan banyak waktu bermain dengan teman-teman sebayanya.

Karena harus ikut membantu berjualan kue-kue buatan ibunya. Setiap pagi Siek Angling Saputra Sanjaya mengangkat dan mengantarkan beberapa nampan bakpia ke warung-warung langganan ibunya.

Setiap pulang sekolah, menjemur kayu bakar, dan kacang hijau adalah rutinitasnya di masa kecil.

Bakpia Pathok 25 Bandar Jaya setiap hari libur dan hari besar selalu diserbu wisatawan Foto Setiaky A Kusuma

Siek Angling sudah menjadi yatim sejak baru berusia satu tahun. Ayahnya, Siek Siang Kwang, penjual tembakau dan rokok keliling meninggal dunia karena sakit.

Sang ibu, Tan Aris Nio, harus berjibaku membesarkan ketujuh anak sendirian. Tan pernah berjualan bakmi goreng, bakpao, kacang telur rentengan, telur asin, es lilin, dan yang benar-benar membuatnya hoki adalah bakpia.

Tan Aris Nio, tulis Prof. Alie, merintis usaha kue bakpia pada 1981. Seperti juga digeluti beberapa tetangganya di Jalan Pathuk, Yogyakarta.

Dari tujuh anaknya, cuma dua orang yang intens terlibat dalam proses produksi hingga pemasaran bakpia, yakni Siek Lita Sanjaya dan Siek Angling Saputra.

Semula bakpia produksi mereka diberi nama ‘Bakpia Pathok 38’ dan kemudian berganti menjadi ‘Bakpia Pathok 25’ sejak 1997. Oleh para pegawainya, Siek Angling biasa disapa ‘Babahe’.

Kepala Toko Bakpia Bandara Jaya, Eri Fenti, mengatakan Bakpia 25 sejarahnya hanya satu toko di pusat Kota Yogyakarta, yaitu di Pabrik Jaya Bakpia 25 di Jalan KS Tubun Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Awalnya hanya home industry (produksi rumahan), usaha kecil-kecilan, turun menurun, sampai sekarang yang megang Siek Angling Saputra Sanjaya.

“Untuk cabang-cabang toko, kita hanya buka di Yogyakarta saja, belum sampai keluar Yogyakarta,” ujarnya saat ditemui mabur.co, Jumat (30/1/2026).

Eri mengatakan, Bakpia 25 telah memiliki tujuh toko cabang atau pusat penjualan resmi, yaitu di Toko Ongko Joyo di jalan AIP.II.KS. Tubun No 65 kota Yogyakarta.

Selain itu di Toko Pathok Jaya di jalan Karel Sasuit No 12-14, Kota Yogyakarta. Kemudian Toko Pasar Pathok di jalan Bhayangkara, Kota Yogyakarta.

Lalu Toko Pasar Ngasem di jalan Kadipaten Wetan No. 8 Kota Yogyakarta. Tak ketinggalan Toko Pasar Pathok 99 di jalan Bhayangkara Kota Yogyakarta.

Masih ada lagi Toko Kembang Jaya di jalan Adisucipto KM 9 Sleman. Tak kelewatan Toko Bandar Jaya di jalan Adi Sucipto KM 11,5 Sleman.

“Bakpia 25 memiliki dua jenis yakni bakpia basah yang berisi kacang ijo, umbi ungu, kacang merah, untuk ketahanannya empat hari. Sedangkan untuk bakpia kering yang berisi keju, nanas, cokelat, dan durian ketahanannya bisa sampai satu minggu. Kita juga punya bakpia premium isi cappucino, green tea, dan susu,” ucapnya.

Eri mengatakan, Bakpia Pathok 25 Bandara Jaya, setiap hari libur dan hari besar, selalu diserbu wisatawan. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Yogyakarta mampir ke sini. 

“Untuk harga Bakpia 25 dari harga Rp36.000 isi 15. Untuk bakpia basah dan kering, sedangkan untuk bakpia premium harganya Rp53.000 isi 15,” katanya.

Eri menjelaskan, saat weekend di depan toko selalu ada kemacetan, karena di Bakpia Pathok 25 Bandar Jaya tempatnya sangat strategis. Jadi banyak kendaraan yang lalu lalang lewat di sini.

“Dalam mengatur lalu lintas kita dibantu dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, juga Polsek,” katanya.

Eri memaparkan, satu dari berbagai tantangan terbesar dalam industri ini adalah persaingan harga.  Banyak produk bakpia baru yang dijual dengan harga lebih murah. Meskipun kualitas bahan bakunya dipertanyakan.

“Banyak yang menjual bakpia dengan harga sangat rendah. Tapi saya yakin kalau kita jaga kualitas pelanggan akan tetap datang. Kami pakai bahan baku terbaik, tanpa mengurangi takaran isian atau mengganti bahan dengan yang lebih murah,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *