Mabur.co– Bagi wisatawan maupun pencinta kuliner yang sedang berkunjung ke Yogyakarta, ada satu destinasi rasa yang tidak boleh dilewatkan, Gule Sar Legi.
Warung yang terletak di sisi barat Pasar Legi, kawasan bersejarah Kotagede, lokasi Gule Sar Legi sangat mudah dijangkau dari pusat Kota Yogyakarta.
Warung ini tersohor berkat menu uniknya, yaitu gule sapi goreng, di samping pilihan favorit lain seperti tongseng dan paru goreng. Menu primadona yang paling dicari pengunjung adalah gule sapi goreng.
Berbeda dengan gule pada umumnya, daging sapi di sini digoreng terlebih dahulu menggunakan minyak pilihan hingga aromanya keluar.
Perpaduan gurihnya daging goreng dan pedas segarnya sambal matah memberikan sensasi rasa yang modern namun tetap autentik.
Selain menu goreng, tersedia pula gule sapi dan gule ayam dengan kuah kuning yang kaya rempah Nusantara. Kuahnya terasa ringan di lidah namun tetap memiliki karakter rasa yang kuat.
Pengelola Gule Sar Legi, Asta Bima, mengatakan, warung ini menyediakan dua pilihan porsi, yakni porsi cekapan yang pas mengenyangkan untuk sekali makan. Atau porsi tonjo dengan potongan daging yang melimpah.
Bagi penyuka rasa manis-pedas, tongseng sapi dan tongseng ayam di sini hadir dengan kuah pekat yang menggoda. Pengunjung pun bisa menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera masing-masing.
Meski rasa yang ditawarkan sekelas restoran, harga Gule Sar Legi tergolong sangat terjangkau.
Hal ini menjadikannya tempat favorit mulai dari pelajar hingga keluarga.
“Rekomendasi makanan kami ada tongseng sapi dan gule sapi goreng, dan untuk camilan kami ada paru goreng,” ungkapnya saat ditemui mabur.co, Minggu (8/2/2026).
Bima menuturkan, untuk harga menu sangat bersahabat.
“Untuk harga kami mulai dari Rp15.000 untuk gule ayam, untuk tongseng Rp26.000 sudah sama nasinya,” ucapnya.
Pewisata asal Surabaya, Erika mengatakan, Gule Sar Legi untuk atmosfer warungnya sederhana sekali. Tak hanya soal rasa, pengalaman bersantap di sini kian mengesankan dengan meja dan bangku kayu serta konsep dapur terbuka (open kitchen).
Pengunjung bisa melihat langsung proses memasak yang menciptakan kesan autentik khas era 90-an.
“Rasa lumayan oke. Harganya juga terjangkau. Jajanan pasar di sini juga banyak banget, yang suka rasa masakan Nusantara cocok banget,” ujarnya. ***



