Museum Pleret, Bantul, Yogyakarta, kini tampil lebih modern. Banyak fasilitas displai visual modern berformat audio. Menjadi lebih betah untuk berlama-lama menjenguk museum.
Museum juga didesain untuk segala usia. Mulai dari usia dini hingga lansia.
Bahkan bagi anak usia dini bisa bermain permainan anak tradisional, seperti dakon, yoyo, dan sejenisnya.
Permainan anak seperti itu di masa sekarang sudah nyaris punah. Banyak anak lebih tertarik dengan permainan gadget.
Dalam media sosial Instagram disbudbantul disebutkan bahwa daya tarik Museum Pleret memang beragam, di antaranya tertopang oleh adanya Situs Cagar Budaya Sumur Gumuling.
Sumur ini bukanlah sumur kaleng-kaleng. Sumur ini diyakini sebagai sumber mata air bekas Keraton Pleret. Dikenal pula sebagai sumber air bekas peninggalan era Mataram Islam pada abad ke-17.
Situs tersebut juga menegaskan posisi Museum Pleret sebagai bagian dari poros kerajaan Mataram Islam. Yang juga menarik di kawasan sekitarnya, masih terdapat sejumlah situs penting lain.
Misalnya Situs Kerta dan situs-situs pendukung sejarah Pleret yang monumental.
Banyak koleksi yang jadi andalan di Museum Pleret selain yang sudah disebutkan di atas.
Ada juga misalnya, tiang landasan bangunan, keris sabuk inten, batu masa prasejarah, arca, pecahan candi dan masih banyak lagi.
Menunjukkan peninggalan masa kolonial hingga kejayaan Mataram Islam yang sangat menggetarkan bagi siapa pun yang memandang. ***



