Di Pesanggrahan Ambarketawang, Sultan HB I Pimpin Pemerintahan dari Jauh

2 Min Read
Wood-framed information board under a roofed structure in a shaded outdoor setting, with a stone wall to the left and trees overhead.
Pesanggrahan sederhana di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman jadi tempat cikal bakal pemerintahan Kesultanan Yogyakarta dijalankan sembari mengawasi pembangunan keraton yang kini menjadi ikon Kota Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Pesanggrahan Ambarketawang dibangun sebagai kediaman sementara Sultan Hamengku Buwono I setelah berdirinya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada 1755.

Lokasinya dipilih karena berdekatan dengan kawasan Gunung Gamping, sumber utama batu kapur yang digunakan sebagai material pembangunan keraton.

Stone courtyard with a mossy stone wall, trees, and a wooden information board under a small shelter.
Suasana di Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Pelestari budaya, Sugito, menjelaskan, Pesanggrahan Ambarketawang menjadi tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono I selama pembangunan Keraton Yogyakarta berlangsung.

Memimpin Pemerintahan dari Jauh

Dari sini ia memimpin pemerintahan sekaligus mengawasi penambangan batu di Gunung Gamping untuk kebutuhan pembangunan keraton.

“Saat itu, kawasan yang dipilih sebagai lokasi keraton masih berupa hutan beringin yang berada di antara Sungai Code dan Sungai Gajahwong. Setelah pembangunan dinilai cukup selesai, Sultan Hamengku Buwono I bersama keluarga dan perangkat kerajaan melakukan boyongan ke Keraton Ngayogyakarta pada 7 Oktober 1756,” tuturnya, Kamis (6/8/2026).

Pelestari budaya, Sugito. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Menurut Sugito, Sultan menempati Pesanggrahan Ambarketawang sekitar satu tahun, yakni sejak 1755 hingga 1756.

Kondisi Situs Berubah

Meski memiliki nilai sejarah yang sangat penting, kondisi situs kini sudah jauh berubah.

“Yang masih tersisa hanya pendopo kecil, sumur tua, dan bunker. Dinding keliling pesanggrahan sebagian besar sudah runtuh. Sumurnya pun sudah direnovasi sehingga bentuk aslinya tidak lagi terlihat,” katanya.

Sugito berharap keberadaan Pesanggrahan Ambarketawang semakin mendapat perhatian sebagai salah satu saksi lahirnya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Sebelum kemegahan Keraton Yogyakarta berdiri, dari tempat sederhana inilah Sultan Hamengku Buwono I memulai roda pemerintahan sekaligus mengawal pembangunan pusat kerajaan yang hingga kini menjadi jantung budaya Yogyakarta,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar