Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, Sejarah Paling Spektakuler di Dunia

3 Min Read
Ruined circular church tower by a river, surrounded by trees and a riverside walkway with visitors
Kawasan Hiroshima Peace Memorial Park di Hiroshima. (Foto: AFP)

Mabur.co- Ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki menjadi salah satu peristiwa bersejarah di seluruh dunia.

Bom atom ini dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945 dan tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Hiroshima adalah kota pelabuhan yang didirikan pada abad ke-16 sebagai kota istana di delta Sungai Ota. Kota Hiroshima terletak di tepi Laut Pedalaman Seto yang terkenal sebagai pusat industri tekstil dan barang-barang yang terbuat dari karet. 

Kota Nagasaki merupakan Ibu Kota dan kota terbesar di Prefektur Nagasaki yang terletak di pesisir sebelah barat daya Kyushu, Jepang. Kota Nagasaki juga merupakan kota pelabuhan. 

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (6/8/2026), bagi Indonesia, melemahnya Jepang menciptakan momentum penting untuk menentukan masa depan bangsa.

Para pemimpin dan pemuda kemudian bergerak cepat setelah mengetahui Jepang menyerah kepada Sekutu.

Amerika Serikat mengembangkan Proyek Manhattan secara rahasia sejak Perang Dunia II berlangsung. Program tersebut bertujuan menghasilkan senjata nuklir sebelum negara lawan mampu mengembangkannya.

Pengembangan proyek itu melibatkan ilmuwan, militer, dan berbagai fasilitas penelitian Amerika Serikat. Hasilnya melahirkan dua jenis bom atom dengan bahan dasar berbeda.

Hiroshima Pusat Logistik

Militer Amerika memilih Hiroshima karena kota tersebut menjadi pusat industri, komunikasi, dan logistik Jepang.

Posisinya dianggap strategis untuk melemahkan kemampuan perang Jepang dalam waktu singkat. Selain menjadi pusat militer, Hiroshima memiliki jaringan transportasi penting bagi pasukan Jepang. Karakter wilayahnya juga dinilai memungkinkan dampak ledakan terlihat secara jelas.

Pada 6 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 Enola Gay terbang menuju Hiroshima. Pesawat tersebut membawa bom uranium bernama Little Boy dengan daya ledak sangat besar.

Pukul 08.15 waktu setempat, bom dijatuhkan dan meledak sekitar 600 meter di atas kota. Gelombang ledakan, panas, serta radiasi langsung menghancurkan kawasan di bawahnya.

Ledakan meruntuhkan bangunan, jaringan transportasi, fasilitas kesehatan, dan pusat pemerintahan. Dalam hitungan singkat, Hiroshima berubah menjadi kawasan kehancuran dengan korban manusia sangat besar.

Hiroshima kini menjadi simbol penderitaan manusia akibat penggunaan senjata nuklir. Kota tersebut juga berkembang sebagai pusat pendidikan perdamaian dan perlucutan senjata.

Taman Perdamaian

Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima dibangun untuk menjaga ingatan terhadap para korban. Monumen, museum, dan kubah bom atom menjadi pengingat bahaya peperangan.

Setiap 6 Agustus, upacara peringatan digelar untuk mendoakan korban dan menyerukan perdamaian. Pesan tersebut terus disampaikan kepada generasi muda dari berbagai negara.

Tragedi Hiroshima mengajarkan kemajuan teknologi tanpa kemanusiaan dapat membawa kehancuran. Pelajaran itu tetap relevan ketika dunia masih menghadapi ancaman konflik nuklir.

Di Indonesia, peringatan Hiroshima mengingatkan hubungan sejarah dunia dengan proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa global dapat membuka momentum, tetapi kemerdekaan membutuhkan keberanian mengambil keputusan.

Tanggal 6 Agustus bukan sekadar hari berkabung bagi masyarakat Jepang. Tanggal tersebut juga menjadi penanda perubahan besar yang memengaruhi perjalanan berbagai bangsa.

Delapan puluh satu tahun setelah proklamasi, hubungan sejarah itu tetap penting dipahami. Ingatan tersebut membantu masyarakat menghargai kemerdekaan sekaligus menjaga perdamaian.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar