Merespons Dinamika Global dengan Pertunjukan Sastra

2 Min Read
Man in a light shirt and cap speaks into a handheld microphone on a stage, holding a phone in his other hand.
Suasana pertunjukan Selasa Sastra di Kelingan Garden and Cafe, Bejen, Bantul, Yogyakarta. (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Dinamika global yang semakin luas dalam beberapa waktu terakhir, seperti konflik di Timur Tengah, harga minyak yang terus melonjak, dan lain-lain, membuat banyak pihak mulai bereaksi sesuai dengan cara dan kreativitas masing-masing.

Bagi para sastrawan, cara terbaik untuk merespons berbagai dinamika tersebut adalah dengan membuat karya sastra.

Itulah yang mendasari hadirnya event bulanan Selasa Sastra di bulan Juli 2026, yang menghadirkan sejumlah penampilan sastra menarik dari beberapa sastrawan di Bantul, serta beberapa acara pendukung lainnya.

Mengambil tema “Sajak-sajak Arah Angin”, Selasa Sastra kali ini mencoba untuk menyikapi berbagai dinamika tersebut, dengan sajian pertunjukan sastra spesial, yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe, Bejen, Bantul, Selasa (7/7/2026).

“Selasa sastra kali ini mencoba hadir untuk merespons berbagai dinamika yang hadir di dunia saat ini. Seperti peperangan, harga minyak yang terus melonjak, dan seterusnya, yang secara tidak langsung juga ikut berimbas kepada masyarakat di Indonesia. Misalnya saja kurs dolar yang terus meningkat, dan lain-lain. Jadi bagaimana kita menyikapi setiap dinamika tersebut dengan karya sastra, yang turut dibacakan di panggung Selasa Sastra hari ini,” ucap Direktur Selasa Sastra, Tedi Kusyairi, saat ditemui di Kelingan Garden & Cafe, Selasa (7/7/2026).

Penerbitan Buku Gratis

Selain pertunjukan sastra, event Selasa Sastra kali ini juga memberikan kesempatan kepada audience di luar sana untuk bisa menulis buku secara gratis, melalui sayembara khusus yang diadakan oleh penerbit Ananta Vidya.

Penulis yang terpilih berkesempatan untuk menerbitkan buku digital (e-book) buatan sendiri secara gratis, dan menjual bukunya kepada khalayak luas.

Tidak hanya itu, Selasa Sastra kali ini juga menghadirkan diskusi buku antologi puisi, yang merupakan hasil karya dari dua peserta program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2025, di antaranya buku berjudul “Upaya untuk Pulang” karya Djessica Yula, dan “Perjalanan Menuju-Mu” karya Winda Cahyati.

Adapun event Selasa Sastra edisi Juli 2026 kali ini turut menampilkan sejumlah sastrawan ternama yang berasal dari Bantul, di antaranya Tedi Kusyairi, Syamsu Setiaji, Budi Baik Hati, Fathia Jayanti, Shinta Sigit, Sunawi, dan masih banyak lagi. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar