Mabur.co — Mungkin tak banyak yang tahu, gedung sekolah SMP Negeri 2 Yogyakarta, yang terletak di Jalan Panembahan Senopati, Gondomanan, Yogyakarta, ternyata menyimpan sejarah penting pendirian organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia.
Ya, 79 tahun silam, tepatnya 5 Februari 1947, di salah satu ruang kelas gedung SMP N 2 Yogyakarta yang dulu difungsikan sebagai ruang kuliah Sekolah Tinggi Islam (STI), yang kelak berkembang menjadi Universitas Islam Indonesia (UII), inilah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibentuk untuk pertama kali.
Fakta tersebut muncul dalam sumber sejarah yang menyebutkan bahwa HMI didirikan melalui sebuah rapat yang dipimpin Lafran Pane di salah satu ruang kuliah STI yang terletak di Jalan Setyodiningratan (sekarang Jalan Panembahan Senopati) No 30 Yogyakarta.
Gedung sekolah di Jalan P Senopati No 30 itu tak lain adalah bekas gedung Eerste Europeesche Lagere School (ELS) B yang saat ini digunakan sebagai gedung SMP Negeri 2 Yogyakarta.
Pendiri HMI, Lafran Pane, yang saat itu merupakan mahasiswa semester pertama Fakultas Hukum STI, menggagas pembentukan organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan memiliki komitmen kuat terhadap Negara Republik Indonesia.
Gagasan tersebut sempat dibahas dalam beberapa pertemuan dengan mahasiswa Islam dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, namun belum mencapai kata sepakat.
Terobosan terjadi ketika Lafran Pane menginisiasi pertemuan mendadak tanpa undangan resmi. Ia memanfaatkan jam kuliah Tafsir yang diasuh oleh Husein Yahya.
Di salah satu ruang kuliah kampus STI, Lafran berdiri di depan kelas dan memimpin rapat pembentukan organisasi mahasiswa Islam.
Sekitar 30 mahasiswa menghadiri pertemuan tersebut, yang sebagian di antaranya berasal dari Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII).
Setelah melalui perdebatan dan klarifikasi, seluruh peserta rapat sepakat mendirikan HMI.
Keputusan bersejarah itu ditetapkan pada Rabu Pon 1878 atau 15 Rabiulawal 1366 Hijriah, bertepatan dengan 5 Februari 1947.
HMI menetapkan tujuan organisasi, yakni mempertahankan Negara Republik Indonesia, mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.
Sebelum digunakan sebagai gedung Fakultas Hukum STI, bangunan di Jalan P Senopati No 30 Yogyakarta ini sendiri merupakan sekolah dasar di masa Kolonial Belanda yang disebut Eerste Europeesche Lagere School atau ELS B.
Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak Eropa dan kalangan elit pribumi. Sempat beralih fungsi beberapa kali di era kemerdekaan, sejak sekitar tahun 1950-an hingga saat ini gedung ini digunakan sebagai gedung SMP Negeri 2 Yogyakarta.
Disamping menyimpan memori penting lahirnya gerakan mahasiswa Islam di Indonesia, dari ruang kuliah di gedung bersejarah inilah, HMI didirikan dan memulai perjalanannya menjadi organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. ***



