Persaingan Dunia Kerja Ketat, SKB Kota Yogyakarta Bekali Siswa Pelatihan Barista

3 Min Read
Barista wearing apron operates espresso machine while colleagues watch in a cafe setup with a water cooler and cups nearby.
Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis, saat mengikuti pelatihan meracik kopi di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Duta Persada. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja saat ini, memiliki keterampilan khusus telah menjadi sebuah keharusan.

Hal itulah yang dirasakan para siswa Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPN SKB) Kota Yogya saat mengikuti pelatihan meracik kopi di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Duta Persada Selasa (27/10/2026).

Mereka punya mimpi menjadi profesional meski hanya berlatar belakang pendidikan kesetaraan. Aroma kopi menyeruak menguar di ruang pelatihan. Di antara deretan alat seduh manual dan mesin espresso, beberapa remaja tampak tekun memperhatikan setiap instruksi yang diberikan. 

Meningkatkan Kompetensi

Kepala UPT SPN SKB Kota Yogyakarta, Sudijarto, mengatakan pelatihan barista menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki prospek menjanjikan seiring berkembangnya industri kuliner dan pariwisata.

“Kita berharap ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tapi menjadi program yang berkelanjutan. Kami juga mengadakan pelatihan tata boga, pastry dan bakery,” ujarnya.

Sudijarto menjelaskan, kebutuhan tenaga barista terbuka di berbagai sektor, mulai dari kafe, restoran hingga hotel.

Selain bekerja di dalam negeri, lulusan SKB juga memiliki peluang untuk berkarier di luar negeri.

“Saya mendorong para peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga berani mengembangkan usaha sendiri setelah memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup. Kalau merasa ingin berkembang dan tidak hanya bekerja dengan orang lain, silakan membuka usaha sendiri. Kami sangat mendukung dan mendorong teman-teman agar setelah pelatihan ini bisa berkarier sebagai barista,” katanya.

Program Magang

Sudijarto mengatakan pula, peserta juga direncanakan mengikuti program magang untuk memperkuat pengalaman dan memberikan bekal praktik secara langsung di dunia kerja.

“Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan industri,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan LPK Duta Persada, Bambang Hario Prabowo, berpesan agar peserta memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai modal untuk mengembangkan diri dan meraih peluang kerja.

“Saya mendorong peserta mengikuti uji kompetensi dengan percaya diri serta menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani rangkaian pelatihan,” ucapnya.

Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis,  mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Saat ini, ia merupakan siswa program Paket C kelas XII di SKB Kota Yogyakarta.

“Saya berpikir untuk menjamin karier masa depan, penting untuk mengikuti pelatihan, salah satunya pelatihan barista ini,” tuturnya.

Top-down view of a ceramic cup with latte crema on a saucer, placed on a wooden table.
Hasil racikan kopi dari Tinton Oky Nur Azis. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Menurut Tinton, antusiasme siswa untuk mengikuti pelatihan cukup tinggi. Namun, keterbatasan kuota membuat peserta harus melalui proses seleksi, termasuk mempertimbangkan keseriusan dan kesiapan mereka mengikuti pelatihan.

“Semoga kita para peserta dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan hasil memuaskan, keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang karier setelah lulus sekolah,” harapnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar