Keraton Yogyakarta Gelar Tradisi Hajad Dalem Kuthomoro

Mabur.co – Di bulan Ruwah kali ini, Keraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi Hajad Dalem Kuthomoro. Ritual ini biasa digelar menjelang bulan Poso atau bulan Ramadan, yakni dengan melakukan ziarah ke makam leluhur. 

Sebagaimana dikutip dari situs resmi Keraton Yogyakartan, Senin (02/02/2016) hari ini, sejumlah Abdi Dalem yang dipimpin oleh KMT Sarihartakadipura dari Urusan Pengulon, nampak mengantarkan langsung berbagai sesaji atau ubarampe ziarah, ke makam Kotagede serta Imogiri. 

Ubarampe yang diserahkan tersebut sejumlah 400 buah, terdiri dari lisah konyoh (minyak wangi), yatra tindih (sejumlah uang) dan ratus (serbuk kayu cendana). 

Seluruh ubarampe merupakan wangi-wangian yang melambangkan kemuliaan dan keharuman, serta menjunjung tinggi nama baik bagi yang sudah tiada. 

Sudah berlangsung sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono I, tradisi Hajad Dalem Kuthomoro ini bertujuan untuk mengirimkan kawilujengan, doa, dan kebaikan kepada para leluhur Keraton Yogyakarta.

Rangkaian tradisi Hajad Dalem Kuthomoro ini biasanya dilaksanakan pada pertengahan bulan Ruwah. 

Diawali pada 13 Ruwah, dimana Sultan mengutus Kanca Kaji dan Abdi Dalem Suranata untuk mengirim ubarampe ke Kawedanan Pengulon di Masjid Gedhe.

Lalu dilanjutkan pada 14 Ruwah, dimana sejumlah Abdi Dalem dari Kawedanan Pengulon akan mengantarkan ubarampe ziarah ke Makam Kotagede dan dilanjutkan ke Makam Imogiri.

Selain dua makam tersebut, juga terdapat 58 makam Kagungan Dalem yang mendapat kiriman uborampe. Makam-makam tersebut tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu pada tanggal 15 Ruwah, beberapa Abdi Dalem dari Kadipaten Puralaya, akan membawa jodang berisi ubarampe menuju Pajimatan Imogiri untuk melakukan ziarah ke area makam Raja-Raja.

Prosesi ziarah ini dilakukan oleh para Abdi Dalem serta beberapa pengiring dengan berjalan kaki menaiki tangga area makam menuju Bangsal Sri Manganti yang merupakan bagunan di muka kompleks Sultan Agungan.

Setelah tiba di Sri Manganti, prosesi ziarah pun dimulai dengan diawali doa bersama dan diikuti seluruh Abdi Dalem yang merawat kompleks makam Raja-Raja Yogyakarta, dengan melakukan pembacaan tahlil.

Tradisi Hajad Dalem Kuthomoro ini rutin digelar setiap tahun yang mencerminkan perhatian Ngarsa Dalem atau Sri Sultan untuk merawat dan mendoakan para leluhur.

Pasalnya sebagai Raja, Sultan tidak diperbolehkan mengunjungi makam, sehingga harus diwalikkan oleh para abdi dalem melalui tradisi Kuthomoro ini.

Setelah seluruh prosesi Kuthomoro selesai, barulah ziarah dilanjutkan oleh para Putro dan Sentono Dalem atau putra putri dan keluarga dekat raja, di hari berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *