Perupa Ansori Mozaik kini sedang berpameran bersama perupa En Roel di acara Pekan Kebudayaan Saptohoedojo yang digelar di Galeri Saptohoedojo, Sleman, Yogyakarta, 1 hingga 7 Februari 2026.
Selama ini perupa Ansori Mozaik dikenal dengan karya seni rupa berupa potret diri banyak tokoh di Indonesia. Ada Prabowo Subianto, Gus Dur, Butet Kartaredjasa, Nasirun, dan lain-lain.
Yang menarik karya Ansori itu berbahan pecahan keramik. Dirangkai menjadi wajah tokoh tertentu yang ada di Indonesia.
Melihat karya Ansori ini saya langsung teringat dengan karya Wedha, ilustrator majalah Hai. Namun basis karyanya berbeda.

Wedha menggunakan pendekatan digital. Ansori lebih natural. Keduanya saya sukai. Meskipun keduanya bagi saya juga sama-sama terasa sebagai aliran ekspresionisme.
Cita rasa pewarnaannya pop art. Warnanya ceria, sangat menyolok, segar, dan meremaja.
Namun, tentu saja, secara teknik pembuatan, bagi saya lebih menantang yang dilakukan Ansori. Karena ia harus memilah sampah terlebih dahulu.
Kepingan keramik itu harus dibersihkan dulu, ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sangat estetik.
Kesan yang muncul sekilas, sangat presisi. Entah kenapa saya selalu suka karya eksperimental yang prosesnya cukup menyita perhatian agar si kreator jeli.
Dalam obrolan dengan perupa Ansori, ternyata ia sudah cukup lama aktif di Sanggarbambu. Salah satu komunitas seni rupa legendaris di Indonesia.
Di dalamnya pernah berkiprah banyak perupa legendaris, sebut saja Kirjomulyo, Danarto, Soenarto PR, Soeharto PR, Totok Buchori, dan banyak lagi lainnya. Bahkan Goenawan Mohamad dan Putu Wijaya juga pernah singgah menempa proses kreatif di Sanggarbambu.
Sebagai perupa asal Klaten, tentu Ansori berharap ekosistem seni rupa di Klaten juga bisa tumbuh semarak.
Apalagi dari Klaten pernah ada juga GM Sudarta yang terkenal dengan karya ikonik Om Pasikom yang muncul sebagai karikatur di Kompas.
Pastilah kiprah perupa Ansori ikut melecut kreativitas seni rupa yang ada di Klaten. Diharapkan ada generasi penerus dari Klaten yang melanjutkan kiprah di blantika seni rupa Indonesia. ***



