Mabur.co- Merebaknya konsep Ecotourism berhasil mengangkat potensi wisata bertema alam atau eco trip. Satu di antaranya yaitu Desa Wisata Tembi yang terletak di Kalurahan Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, ini telah berhasil membuktikan bahwa pariwisata dapat menjadi alat yang efektif untuk memberdayakan masyarakat dan melestarikan budaya.

Desa Tembi kerap menjadi tujuan rekreasi keluarga, sekolah hingga turis-turis mancanegara. Tempat wisata berbasis alam ini menyuguhkan beragam destinasi menarik dan edukatif. Mulai dari wisata kuliner, outbond hingga eduwisata pembuatan batik, kerajinan gerabah, dan rumah ecoprint.
Leader Tembindigo, Yustina Peni Rahayu, mengatakan, Tembindigo adalah kelompok yang beranggotakan para ibu di dusun Tembi.
“Bermula dari keinginan untuk menambah kegiatan bermanfaat yang tidak disangka kemudian bisa menjadi salah satu sumber pemasukan. Alat dan bahan tidak sulit untuk dicari,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Peni mengatakan, cara membuatnya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah seperti daun, bunga, atau kayu yang mempunyai pigmentasi warna.
“Proses pembuatan ecoprint pun cukup mudah, kita berkreasi dengan menata daun-daun aneka bentuk dan warna, atau menggunakan bunga serta kayu di atas selembar kain katun. Bahan yang sudah ditata inilah yang bisa membentuk motif pada kain. Kreasi ecoprint akan menjadi limited karena satu dengan lainnya akan berbeda karena menggunakan bentuk,” ujarnya.

Peni menuturkan, pengembangan produk kreatif berbasis kearifan lokal dengan teknik ecoprint dan shibori ini yang menjadi ciri khas Desa Wisata Tembi.
Merupakan bentuk nyata dari upaya pelestarian kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa. Masyarakat pun berhasil menciptakan produk-produk kerajinan tangan yang unik dan bernilai tinggi.
“Kegiatan workshop ecoprint juga menjadi sarana untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda. Kontribusi terhadap pelestarian lingkungan menjadi nyata di Desa Wisata Tembi yang selama ini juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Peni mengatakan, dampak positif terhadap perekonomian masyarakat menjadi sasaran utama dalam pengembangan Desa Wisata Tembi.
“Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa telah membuka peluang usaha baru bagi warga, seperti homestay, warung makan, dan toko suvenir. Selain itu, lanjutnya, pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk-produk kerajinan tangan juga telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Salah satu masyarakat sekitar, Suciyati mengatakan, suksesnya Desa Wisata Tembi memberikan beberapa pelajaran berharga bagi pengembangan desa wisata di Indonesia.
Antara lain keterlibatan masyarakat, yang harus menjadi subjek, bukan objek dalam pengembangan desa wisata.
”Pelestarian budaya dan lingkungan dalam pengembangan desa wisata harus selaras dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan, serta pengembangan produk kreatif di desa wisata perlu memiliki produk unggulan yang dapat menarik minat wisatawan.
Perlu adanya kemitraan yaitu kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan pengembangan desa wisata. Di desa wisata Tembi ini setiap ada tamu pasti warga dilibatkan. Baik untuk pemandu wisata, pengajar workshop dan rumah-rumah yang dijadikan homestay pasti dilibatkan,” katanya.

