Mabur.co – Sebuah museum di Wina, Austria, secara khusus dibuat untuk menyimpan barang unik berupa bola dunia atau globe yang selama berabad-abad digunakan manusia untuk memahami dunia.
Museum tersebut adalah Globe Museum yang terletak di Palais Mollard, sebuah bangunan kuno bersejarah di pusat Kota Wina.
Dilansir BBC, Rabu (2/9/2026), museum ini disebut sebagai satu-satunya museum publik di dunia yang secara khusus didedikasikan untuk menyimpan koleksi globe.
Lebih dari 220 globe langka dan antik tersimpan di dalam museum tersebut. Sebagian besar dibuat sebelum tahun 1850, mulai dari globe berukuran besar hingga globe saku yang dapat dibawa bepergian.
Koleksi tersebut tidak hanya memperlihatkan bentuk Bumi pada masa lalu. Namun juga sekaligus menjadi rekaman bagaimana manusia memahami peta dunia dari waktu ke waktu.
Globe Penuh Monster Laut
Salah satu daya tarik museum ini adalah globe yang dibuat pada masa ketika pengetahuan tentang peta dunia masih terbatas.
Pada sejumlah globe tua, wilayah yang kini dikenal sebagai benua dan negara masih digambarkan secara berbeda. Amerika Utara, misalnya, belum seluruhnya dipetakan. Australia dan Antartika juga belum tampil seperti pada peta modern.
Lautan yang belum dikenal manusia bahkan dihiasi gambar makhluk mitologi dan monster laut.
Ada pula globe yang memperlihatkan pengaruh kuat pandangan kolonial pada zamannya. Sejumlah wilayah digambarkan dengan simbol kekuasaan negara-negara Eropa.
Menurut Direktur Globe Museum Nikolaus Schobesberger, koleksi tersebut harus dilihat bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai catatan mengenai apa yang diketahui manusia pada masa pembuatannya.
Globe dari Tahun 1500-an
Salah satu koleksi globe paling menarik dari museum ini berasal dari pertengahan abad ke-16. Dua globe itu dibuat oleh perajin yang sama namun justru menggambarkan Bumi dan langit dengan cara yang berbeda.
Globe terestrial menggambarkan permukaan Bumi, sedangkan globe surgawi menampilkan rasi bintang dan berbagai tokoh dari mitologi.
Keduanya menjadi semacam mesin waktu yang mengajak pengunjung melihat bagaimana manusia pada masa itu memahami planet dan alam semesta.

Selain itu museum ini juga menyimpan globe Bulan dari era 1961. Pada saat itu, manusia belum memiliki gambaran lengkap mengenai sisi jauh Bulan.
Karena itu, bagian yang belum diketahui tersebut sengaja dibiarkan kosong. Globe Bulan yang dibuat dua tahun kemudian sudah memuat informasi tambahan setelah sisi tersebut berhasil diamati.
Globe Tanpa Benua Amerika
Salah satu koleksi museum yang paling menyita perhatian pengunjung adalah replika Bola Dunia Behaim.
Globe ini dibuat seniman Martin Behaim pada 1492, tahun ketika Christopher Columbus melakukan pelayaran ke arah barat.
Dalam gambaran dunia tersebut, benua Amerika belum tercantum.
Wilayah antara Eropa dan Asia bahkan masih berupa hamparan laut luas. Apalagi gambaran tentang kepulauan Nusantara.
Disamping memamerkan koleksi globe kuno, museum ini juga menampilkan berbagai koleksi globe yang dikenal seperti saat ini.
Termasuk globe-globe mewah yang dibuat dengan tingkat estetika tinggi sehingga kerap hanya dimiliki bangsawan dan pedagang kaya.
Bukan Sekadar Koleksi Tua
Menurut Schobesberger, daya tarik globe tidak hanya terletak pada nilai sejarahnya.
Globe merupakan model sederhana dari planet Bumi yang dapat digunakan untuk memahami banyak hal, mulai dari kondisi geografis, iklim, jalur perdagangan hingga perubahan pengetahuan manusia.
Keberadaan globe juga berkaitan dengan rasa ingin tahu manusia terhadap tempat-tempat yang jauh.
Hal itulah yang membuat koleksi museum ini tetap relevan meski masyarakat kini dapat melihat hampir seluruh permukaan Bumi melalui layar HP
Salah satu hal yang juga unik dari museum ini juga adalah sejumlah koleksi globe yang keberadaannya tidak hanya berada di dalam museum.
Pasalnya globe-globe tersebut berada di berbagai atap dan fasad bangunan di penjuru kota. Keberadaan benda-benda itu bahkan telah dipetakan dalam peta virtual yang dibuat museum.
Dengan koleksi tersebut, Globe Museum tidak hanya mengajak pengunjung melihat benda-benda kuno. Museum ini juga menunjukkan bagaimana pandangan manusia tentang dunia yang selalu berubah seiring bertambahnya pengetahuan.
Bagaimana tertarik berkunjung ke sana?
