Perpusnas Siapkan 50 Cerita Kuno Nusantara Versi Komik, dari La Galigo hingga Cerita Panji

4 Min Read
Colorful children's books on a wooden display; left book titled 'Rahasia Si Kembar Emas' shows two kids against a decorative backdrop.
Sejumlah komik berbasis naskah kuno terbitan Perpusnas RI. (Foto: Perpusnas RI)

Mabur.co – Cerita dari naskah kuno Nusantara kini tidak hanya disimpan dalam bentuk manuskrip.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menyiapkan sebanyak 50 cerita dari naskah dan manuskrip kuno Nusantara untuk dibuat menjadi komik. 

Komik atau cerita bergambar ini dibuat untuk mengenalkan kisah sejarah dan budaya Indonesia agar lebih mudah diterima generasi muda.

Sejumlah cerita antara lain La Galigo karya Syekh Yusuf Al-Makassari, kisah Tuanku Imam Bonjol hingga Cerita Panji.

Dikemas Ringan dan Dekat Kehidupan Sehari-hari 

Sejumlah komik tersebut nantinya juga akan dikemas menjadi cerita yang lebih ringan dengan menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Dilansir Antara, Rabu (23/9/2026), Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Naskah Nusantara, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas, Aditia Gunawan, mengatakan pendekatan tersebut dipilih agar anak-anak tidak merasa berhadapan dengan bacaan sejarah yang sulit.

Contohnya, cerita dapat dikemas melalui adegan anak pergi ke pasar bersama ibu atau mengambil buah bersama nenek. Dari situ, pembaca diperkenalkan dengan cerita yang berasal dari naskah kuno.

“Jadi, aspek-aspek yang ramah serta dekat dengan kehidupan sehari-hari yang kami perkenalkan. Kami ingin bahwa semua dunia bisa tahu kisah di Nusantara itu seperti apa, Syekh Yusuf seperti apa, dan lain sebagainya,” ujar Aditia. 

Menurut Aditia, sejumlah naskah yang diadaptasi memiliki nilai sejarah dan budaya penting. Bahkan, beberapa di antaranya telah masuk dalam daftar Memory of the World.

“Naskah ini sudah menjadi bagian dari memory of the world. Jadi kalau dunia tahu, masak orang Indonesia tidak tahu?” katanya.

25 Komik Diterjemahkan ke Bahasa Inggris

Komik naskah kuno tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk pembaca Indonesia saja. Namun juga kepada pembaca di seluruh dunia.

Hal itu dilakukan dengan menyiapkan sebanyak 25 komik diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Langkah ini dilakukan agar cerita dari Nusantara dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, termasuk masyarakat di luar Indonesia.

Perpusnas juga tengah berkomunikasi dengan UNESCO agar komik dan buku anak berbasis naskah Nusantara dapat disebarluaskan melalui platform UNESCO.

Pengembangan komik dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), terutama melalui bidang desain komunikasi visual dan seni rupa.

Meski tampil dalam bentuk komik, Perpusnas tetap memastikan isi ceritanya tidak keluar dari sumber sejarah. Pustakawan dilibatkan dalam proses kurasi untuk memeriksa kesesuaian cerita dan ilustrasi.

“Kalau ada yang agak terlalu melenceng dari sejarah, kami yang mengkurasi juga untuk keakuratan dan ketepatan dalam hal sumber,” ucap Aditia.

Sudah Dibaca Hampir 40.000 Orang

Pengemasan naskah kuno dalam bentuk komik juga mulai mendapat respons dari pembaca digital.

Komik-komik yang tersedia melalui aplikasi iPusnas disebut telah dibaca hampir 40.000 orang yang mengakses situs-situs Perpusnas.

Program tersebut melanjutkan upaya Perpusnas memperkenalkan sejarah melalui bentuk bacaan yang lebih mudah diterima pembaca masa kini.

Sebelumnya, Perpusnas juga telah menerbitkan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris untuk memperkenalkan kisah sejarah Indonesia kepada pembaca internasional.

Alih wahana dari naskah kuno menjadi komik diharapkan membuat karya yang ditulis ratusan tahun lalu tetap dapat dibaca oleh generasi sekarang.

“Melalui alih wahana, karya-karya yang ditulis ratusan tahun lalu dapat tetap dibaca oleh masyarakat masa kini dalam bentuk yang lebih dekat dengan karakter pembaca,” tutur Aditia.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar