Mabur.co – Pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatnya biaya impor berdampak pada kenaikan harga air zam-zam niaga yang dipesan jemaah haji asal Indonesia.
Kondisi ini membuat sejumlah jemaah dan keluarga pun harus merogoh kocek lebih dalam demi bisa membawa pulang oleh-oleh khas dari Tanah Suci itu.
Di Kabupaten Kulon Progo, ratusan keluarga jemaah haji sendiri mulai mengambil jatah air zam-zam yang dikirim dari Arab Saudi pada awal pekan ini.
Proses pengambilan air zam-zam dilakukan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo dengan menunjukkan kupon yang sebelumnya telah dibagikan kepada jemaah.
Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah Kemenag Kulon Progo, Kholistin Arifiyani, mengatakan, total terdapat sebanyak 387 galon air zam-zam resmi milik jemaah haji Kulon Progo yang dibagikan.
“Seluruh air zam-zam resmi tersebut merupakan milik jemaah haji dari Kloter 1, Kloter 7, dan Kloter 26,” ujarnya.
Selain mendistribusikan air zam-zam resmi, Kemenag Kulon Progo juga memfasilitasi pembelian air zam-zam niaga bagi jemaah. Setiap jemaah yang ingin membawa air zam-zam dalam jumlah lebih, bisa membeli air zam-zam niaga ini secara berbayar.

Namun demikian, harga air zam-zam niaga tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Harga air zam-zam niaga saat ini tercatat naik sekitar 30 persen.
Kenaikan Harga Dipicu Meningkatnya Biaya Impor
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya impor barang dari luar negeri, terutama setelah nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kita memfasilitasi air zam-zam tambahan untuk jemaah. Namun tentu berbayar. Tahun ini harganya naik. Karena dari supplier juga naik,” imbuh Kholistin.
Meski harga melonjak, antusiasme jemaah untuk membeli air zam-zam tetap tinggi. Sejumlah keluarga jemaah haji bahkan rela mengeluarkan uang hingga Rp430 ribu untuk satu galon air zam-zam ukuran 5 liter.
Kholistin sendiri menyebut ada sebanyak 130 galon air zam-zam niaga yang telah dibeli atau dipesan jemaah haji Kulon Progo tahun ini.
Bagi jemaah haji, air zam-zam bukan sekadar oleh-oleh biasa. Air suci tersebut dipercaya memiliki berbagai khasiat dan telah menjadi bagian penting dari tradisi kepulangan jemaah dari Tanah Suci.
Karena itu, air zam-zam hampir selalu dibawa pulang untuk dibagikan kepada keluarga, kerabat, hingga tetangga sekitar sebagai bentuk berbagi berkah usai menunaikan ibadah haji.
“Saya dapat jatah untuk orang tua sebanyak dua galon. Namun karena masih kurang mau tambah satu galon lagi. Yang tambahan ini harganya Rp430 ribu. Mahal sih tapi gak papa mau gimana lagi,” ujar Nur Ainy salah seorang keluarga jemaah.




