Tri Wahyuni, Sastrawan Termuda Raih Penghargaan Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Kemendikdasmen

3 Min Read
Group photo of students and adults at an indoor event, smiling and posing, with a 'Remaja Geblek Bersastra' banner on the right.
Tri Wahyuni (jongkok paling depan kedua dari kanan) bersama Komunitas Sastra Regas Kulon Progo. Foto: Istimewa

Mabur.co – Kabar membanggakan datang dari dunia sastra Daerah Istimewa Yogyakarta. Sastrawan muda asal Kabupaten Kulon Progo, Tri Wahyuni, S.S., berhasil meraih Apresiasi Penghargaan Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penghargaan tersebut diberikan kepada individu yang dinilai memiliki dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata dalam menjaga, mengembangkan, serta menghidupkan bahasa dan sastra daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 164/BANPEM.BPPB/G/05/2026, Tri Wahyuni ditetapkan sebagai salah satu dari 24 penerima apresiasi perseorangan tingkat nasional.

Bagi Kabupaten Kulon Progo, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri.

Young woman in a blue hijab and blazer speaks into a handheld microphone at a formal event, wearing a red sash with gold trim.
Tri Wahyuni, Duta Bahasa DIY asal Kulon Progo. Foto: Dok. Pribadi

Di usianya yang masih muda, Tri Wahyuni telah aktif menulis karya sastra berbahasa Indonesia dan Jawa, mendirikan Komunitas Sastra Regas, serta menginisiasi berbagai kegiatan sastra yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Portofolio kegiatannya dapat dilihat di Instagram @yuni_sastrawira.

Tak hanya dikenal sebagai penulis, perempuan muda ini juga berprofesi sebagai MC, public speaker, content creator, dan Konsultan PLUT KUMKM Kulon Progo.

Menggabungkan Sastra dengan Edukasi Publik

Ia konsisten menggabungkan sastra dengan edukasi publik. Melalui pelatihan, forum literasi, hingga media sosial, ia terus mengajak generasi muda untuk mencintai bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Rekam jejak prestasinya pun menunjukkan konsistensi dalam bidang kepemudaan, kebahasaan, dan kebudayaan.

Tri Wahyuni merupakan Duta Pemuda Kulon Progo 2020, Duta Bahasa DIY 2022, Diajeng Terpilih Kulon Progo 2023, serta Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya DIY 2025.

Penghargaan nasional sebagai Penerima Apresiasi Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026 menjadi capaian terbaru yang semakin mengukuhkan kiprahnya dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Program apresiasi yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada individu maupun komunitas yang berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Para penerima dipilih melalui proses seleksi administrasi dan substansi sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi.

Tantangan Penggunaan Bahasa Daerah

Di tengah tantangan menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, kiprah Tri Wahyuni menjadi bukti bahwa sastra masih memiliki ruang yang kuat untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap bahasa ibu.

“Melalui karya, komunitas, dan berbagai aktivitas literasi, saya akan terus menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” papar Tri Wahyuni kepada mabur.co, Selasa (30/6/2026).

Bagi Tri Wahyuni, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas perjalanan yang telah ditempuh, tetapi juga menjadi amanah untuk terus menghidupkan bahasa dan sastra daerah.

Ia meyakini bahwa bahasa daerah merupakan jati diri bangsa yang harus terus dijaga. Karena itu, generasi muda perlu mengambil peran nyata melalui karya sastra, gerakan nyata, dan berbagai inovasi kreatif agar bahasa daerah tetap lestari, berkembang, serta diwariskan kepada generasi mendatang. ***

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar