Mabur.co – Di zaman yang serba cepat dan canggih seperti sekarang, kebutuhan untuk istirahat sepertinya sudah mulai dilupakan. Setiap orang seolah dipaksa untuk bisa hidup 24/7 nonstop.
Terlalu banyak hal yang terjadi setiap harinya, membuat manusia selalu berpacu dengan waktu untuk tidak ketinggalan setiap informasi yang ada. Namun akhirnya yang terjadi justru malah capek sendiri.
Karena bagaimanapun, fisik manusia tetap memiliki limit dalam menjalani aktivitas, sehingga dibutuhkan istirahat yang cukup untuk bisa re-energize atau mengisi ulang energi agar bisa kembali beraktivitas dengan maksimal di keesokan harinya.
Padahal di awal tahun 2000-an ke belakang, kelelahan semacam ini tidak pernah terjadi, karena teknologi digital belum semasif sekarang, dan tidak ada media sosial yang terus mencekoki kehidupan manusia setiap harinya.
Salah satu pola istirahat yang sepertinya sudah mulai dilupakan saat ini adalah pola tidur siang.
Ya, tidur siang di zaman sebelum hadirnya teknologi masih cukup marak dilakukan, terutama di kalangan masyarakat pinggiran maupun pelosok.
Mereka masih percaya bahwa tidur siang mampu “mengisi ulang baterai” sebelum kembali beraktivitas di sore dan malam harinya.
Lalu, di tahun 2026 ini, dengan segala bentuk kemajuan dan hiruk pikuk dunia serta digital yang semakin pesat, apakah tidur siang masih dianggap relevan sebagai sesuatu yang layak dilakukan?
Dilansir dari laman RS JIH, tidur siang masih sangat relevan untuk diterapkan hingga saat ini. Namun durasi yang dianjurkan hanya sekitar 20 menit.
Ya, tidur siang selama 15-20 menit setiap harinya, atau disebut juga sebagai “power nap“, dapat memberikan dampak luar biasa bagi tubuh tanpa disadari.
Tidur siang bukanlah kebiasaan yang hanya boleh dilakukan oleh anak kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan saja, melainkan juga bisa dilakukan oleh segala macam usia, dan berbagai macam aktivitas. Asalkan tidak tidur siang saat sedang bekerja atau ketika meeting loh, ya.
Durasi 15-20 menit sendiri lebih dianjurkan selama tidur siang, karena fase itu akan membawa tubuh masuk ke tahap tidur ringan (non-REM), sehingga ketika terbangun, seseorang akan merasa lebih segar, bukan justru lemas atau semacamnya.
Berikut adalah beberapa alasan sederhana mengapa tidur siang sebenarnya masih relevan, dan tetap layak dilakukan secara rutin di tahun 2026 ini.
Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat
Studi dari NASA menunjukkan bahwa tidur siang selama kurang lebih 20 menit dapat meningkatkan kewaspadaan hingga 34% dan performa kerja meningkat sekitar 16%.
Membantu Mengurangi Stres
Tidur siang juga berperan membantu menurunkan kadar hormon kortisol, sehingga membuat pikiran terasa lebih rileks.
Meningkatkan Mood
Setelah tidur singkat, otak akan melepaskan hormon serotonin, yang membuat suasana hati menjadi lebih stabil.
Menjaga Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian telah menemukan relevansi antara tidur siang singkat dengan penurunan resiko tekanan darah tinggi.
***
Waktu yang paling disarankan untuk melakukan tidur siang adalah di kisaran pukul 13.00 hingga 15.00. Sehingga Anda bisa mengambil sekitar 20 menit di antara dua jam tersebut untuk beristirahat dari kegaduhan dunia serta media sosial dan sebagainya.
Namun jangan sampai Anda tidur terlalu lama atau terlalu lelap, apalagi jika sudah melewati jam 3 sore. Karena tidur terlalu lama malah bisa menciptakan rasa pusing (sleep inertia), serta rasa berat di kepala. Sehingga alih-alih sebagai re-energize, tidur terlalu lama di siang hari malah membuat Anda semakin malas dan enggan beraktivitas lagi. (*)



