Budayawan Guruh Soekarnoputra Meninggal Usai Menderita Komplikasi, Kritis dan Tak Sadar Diri

4 Min Read
Young man with dark hair in a light sweater outdoors, looking toward the camera with a neutral expression.
Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak kelima sekaligus anak bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno merupakan presiden pertama RI yang terkenal karena kecakapan dan kharismanya. Semasa hidup, Presiden Soekarno memiliki sembilan istri. Salah satunya yang dikenal masyarakat luas adalah Fatmawati.

Fatmawati memiliki nama asli Siti Fatma. Nama Fatmawati merupakan pemberian Presiden Soekarno yang memiliki arti Bunga Teratai.

Ia menemani Soekarno sejak menjelang proklamasi kemerdekaan dan membantu menjahit bendera Merah Putih untuk Proklamasi.

Ketika Soekarno menjabat sebagai Presiden, secara otomatis Fatmawati menjadi ibu negara dan tinggal di Yogyakarta. Setelah pengakuan kedaulatan RI, keluarga Soekarno pindah ke Jakarta menempati Istana Merdeka.

Dikutip dari buku Bung Karno Panglima Revolusi oleh Peter Kasenda, dari pernikahannya dengan Fatmawati, Soekarno dikaruniai lima anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. 

Guruh Irianto Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak kelima sekaligus anak bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.

Jiwa Seni Guruh

Guruh  memiliki jiwa seni. Hal ini dibuktikan dengan terciptanya lagu Bersuka Ria. Ia bahkan lebih dikenal sebagai seniman dan budayawan ketimbang politisi. Dia memang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

Pemilik nama lengkap Muhammad Guruh Irianto Putra ini sudah menggemari dunia seni sejak kecil. Kecintaannya pada budaya lokal mendorongnya belajar menari Sunda, Jawa, hingga Bali dan mementaskannya di panggung.

Namun tidak hanya menari, Guruh juga mahir bermain piano. Ia membentuk band Beat-G pada 1965 yang album perdananya dirilis 10 tahun kemudian.

Atas kecintaannya terhadap seni tari, Guruh mendirikan sanggar tari Swara Mahardika pada 1977. Banyak konser yang digelar, salah satunya Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra II dengan tajuk Untukmu Indonesiaku yang versi dokumenternya dibuat pada 1980.

Guruh juga menuangkan rasa cintanya terhadap Indonesia melalui lagu, seperti Cinta Indonesia, Damai, dan Lenggang Puspita.

Ia menggandeng musisi ternama untuk membawakan lagu ciptaannya seperti Ahmad Albar dan Vina Panduwinata.

Guruh terus melebarkan kemampuannya sebagai musisi dengan merilis Guruh Gipsy pada 1977. Ini merupakan album ekperimental dengan grup musik Gipsy yang digawangi oleh Keenan Nasution, Gauri Nasution, Chrisye, Tammy Daud, Onan Susilo dan Atut Harahap.

Guruh Meninggal

Putra bungsu Presiden ke-1 RI Soekarno, yakni Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia karena sakit pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi, Jakarta.

Sang kakak, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, disebut sangat kehilangan atas kepergian adiknya.

Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengatakan, Guruh meninggal dunia dalam usia 73 tahun setelah mendapatkan perawatan intensif dari para dokter.  

Sejak awal kakaknya Megawati memantau kondisi sang adik.

“Guntur meninggal karena sakit komplikasi dan mendapatkan perawatan intensif dari para dokter ahli yang langsung mendapat arahan detail dari Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Hasto mengatakan, jenazah Guruh Soekarnoputra akan dimakamkan di samping ibunya, Fatmawati, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

“Sekarang ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman, rencana jenazah akan dimakamkan di sebelah Ibu Fatmawati,” katanya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar