Mabur.co – Gelandang serang asal Argentina, Alejandro Garnacho, kembali menginjakkan kaki di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (1/8/2026) kemarin, untuk memainkan laga tur pramusim bersama klub barunya saat ini, Aston Villa, untuk menghadapi Indonesia All Stars, yang berisi pemain-pemain terpilih dari kompetisi lokal BRI Super League.
Dalam pertandingan yang dimenangkan The Villans (julukan Aston Villa) dengan skor 3-1 tersebut, Garnacho hanya bermain di babak pertama, alias sebanyak 45 menit, dan bermain di sisi kiri pertahanan lawan, yang dijaga ketat oleh mantan pemain timnas Indonesia era 2014, Hasyim Kipuw.
Mantan pemain Manchester United ini sebelumnya juga pernah bermain di GBK bersama timnas Argentina, saat menghadapi timnas Indonesia dalam laga persahabatan pada 19 Juni 2023.
Jalani Debut Bersama Aston Villa
Tiga tahun kemudian, Garnacho kembali ke stadion GBK, kali ini untuk membela klub barunya musim depan, Aston Villa, setelah menjalani satu musim yang kurang memuaskan bersama Chelsea, di musim 2025-2026 lalu.
Pertandingan melawan Indonesia All Stars juga menjadi debut pemain yang mengidolakan Cristiano Ronaldo tersebut, bersama klub yang bermarkas di Villa Park.
Hasilnya, Garnacho tidak banyak memberi tusukan berarti ke jantung pertahanan Indonesia All-Stars, kendati sempat mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti. Sayang, seluruh umpan yang dikirimkan Garnacho berhasil dimentahkan oleh pertahanan Indonesia All-Stars.
Selain itu, tidak ada kontribusi lain yang diberikan oleh Garnacho di laga debutnya bersama Aston Villa, kecuali mengalirkan umpan pendek ke rekan-rekan setimnya.
Di babak kedua, pelatih Aston Villa, Unai Emery, memutuskan untuk mengganti hampir seluruh pemainnya yang bermain di babak pertama, termasuk Garnacho, guna memasukkan wajah-wajah baru, sekaligus sebagai penyegaran tim.
Dilansir dari laman FotMob, Minggu (2/8/2026), di pertandingan debutnya ini, Garnacho hanya memperoleh rating 6 dari 10, serta bermain sebanyak 45 menit.
Kunci Sukses Meredam Garnacho

Pelatih Indonesia All-Stars, Kurniawan Dwi Yulianto, seolah tidak memberi kesempatan kepada Garnacho untuk tampil bersinar di laga debutnya bersama Aston Villa.
Dikutip dari laman Bolasport, Minggu (2/8/2026), mantan striker andalan timnas Indonesia ini menyebut, kunci sukses meredam pergerakan Garnacho adalah kekompakan lini pertahanan timnya, agar tidak memberikan ruang sedikit pun kepada Garnacho ketika mendapatkan bola.
Alhasil, Garnacho tidak banyak berkembang di laga ini, meskipun sesekali berhasil melepaskan umpan ke kotak penalti.
“Jadi ketika Garnacho pegang bola, kami harus ada yang cover dan saling nutup. Intinya selalu menciptakan situasi opsi ketika nyerang dan bertahan,” ucap Kurniawan.
Deja Vu Dijaga Asnawi di GBK

Pada tiga tahun sebelumnya (2023), Garnacho pertama kali menginjakkan kaki di GBK, tepatnya dalam laga friendly match antara timnas Indonesia melawan timnas Argentina di Stadion GBK pada Senin, 19 Juni 2023.
Saat itu, Garnacho tampil sebagai pemain pengganti sejak menit ke-60 menggantikan Nico Gonzalez, dan bermain di sisi kanan pertahanan lawan, sama seperti kemarin saat menghadapi Indonesia All-Stars.
Sepanjang laga tersebut, Garnacho dikawal ketat oleh bek kanan yang juga kapten timnas Indonesia saat itu, Asnawi Mangkaualam Bahar.
Garnacho pun beberapa kali harus berhadapan satu lawan satu dengan Asnawi. Puncaknya adalah di menit ke-89, ketika dua kali tekel Asnawi sukses menghentikan aliran serangan yang coba dibangun Garnacho. Ia pun frustasi sehingga balik menekel Garnacho, yang berbuah pelanggaran untuk timnas Indonesia.
Momen itu menjadi salah satu kenangan yang terus diingat oleh publik sepak bola Indonesia, setiap kali mengingat sosok Garnacho saat berkunjung ke Indonesia.
Dan rupanya, di kunjungan keduanya ke Indonesia, lagi-lagi Garnacho tak mampu menampilkan permainan terbaiknya, sehingga hanya mampu meraih rating 6 pada laga melawan Indonesia All-Stars tersebut.
Publik pun mulai menyerukan adanya semacam “kutukan” bagi Garnacho, setiap kali bermain di Indonesia (atau GBK). Karena penampilannya seringkali tidak maksimal, setiap kali bermain di Indonesia. (*)
