Wayang Bambu, Angkat Kisah Kehidupan Sehari-hari

3 Min Read
Colorful woven straw puppets with beaded outfits and tassels on display at a market stall.
Wayang bambu. (Foto: infobudayaindo08.blogspot.com)

Mabur.co – Terletak di wilayah tropis, Indonesia dikenal memiliki beragam produk kebudayaan yang memanfaatkan bahan bambu. Salah satunya adalah wayang bambu asal Bogor, Jawa Barat.

Sesuai namanya wayang bambu memanfaatkan karakter atau tokoh pewayangan dari bahan baku bambu sehingga sangat unik dan menarik. 

Sejarah Wayang Bambu

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (2/8/2026) kesenian wayang bambu lahir di Kampung Cijahe, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Penciptanya adalah Ki Drajat Iskandar, seorang dalang sekaligus seniman yang mulai mengembangkan wayang bambu pada 2000 sebagai upaya menghadirkan bentuk pewayangan yang dekat dengan masyarakat Bogor.

Menurut Ki Drajat, bahan utama yang digunakan adalah bambu tali, jenis bambu yang memiliki serat lentur sehingga mudah dianyam dan dibentuk menjadi tokoh pewayangan. 

Bagian yang digunakan berasal dari bagian dalam batang bambu atau yang dikenal sebagai ati bambu. Meski sederhana, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian agar setiap karakter memiliki bentuk yang proporsional.

Secara bentuk, wayang bambu memang menyerupai wayang golek. Kostum yang dikenakan juga hampir sama. Namun, jika wayang golek memiliki wajah lengkap dengan mata, hidung, dan bibir yang dilukis secara detail, wayang bambu justru tampil tanpa raut muka.

Karakter wajah setiap tokoh dalam wayang bambu sengaja dibiarkan polos sehingga penonton bebas membayangkan sendiri ekspresi setiap karakter yang tampil di atas panggung. Kesederhanaan inilah yang menjadi identitas sekaligus kekuatan imajinatifnya.

Salah satu bagian yang juga cukup unik adalah bagian dada tokoh wayang yang dapat digerakkan naik turun sehingga terlihat seperti sedang bernapas. Gerakan sederhana itu memberikan kesan hidup dan membuat pertunjukan terasa lebih ekspresif.

Dalam pementasan, wayang bambu dimainkan layaknya wayang golek. Di mana dalang akan menggerakkan tokoh-tokoh di atas panggung yang menggunakan batang pisang sebagai media penancapan wayang. 

Biasanya dalam setiap pertunjukan wayang bambu akan menggunakan musik pengirimg karawitan Sunda sehingga dapat memperkuat nuansa tradisional khas Tatar Pasundan.

Kisah Kehidupan Sehari-hari

Salah satu hal yang paling membedakan wayang bambu dengan pertunjukan wayang lain adalah jalan ceritanya. Jika sebagian besar wayang di Jawa mengangkat kisah Mahabharata atau Ramayana, wayang bambu justru mengisahkan kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Setiap cerita atau lakon dalam pementasan wayang bambu juga dibuat berkaitan erat dengan persoalan warga, mulai dari kehidupan keluarga, pendidikan, hingga fenomena sosial yang sedang terjadi.

Pesan moral menjadi bagian penting dalam setiap lakon wayang ini. Isu seperti bahaya narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, hingga pentingnya menjaga kerukunan disampaikan melalui dialog-dialog jenaka yang mudah dipahami semua kalangan. 

Pendekatan seperti inilah yang kemudian membuat pertunjukan tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat. Terlebih bahasa yang digunakan merupakan bahasa Sunda Bogor yang merupakan dialek lokal atau bahasa masyarakat sehari-hari.

Meski belum sepopuler wayang kulit atau wayang golek, wayang bambu telah menjadi identitas budaya khas Kota Bogor saat ini. Memanfaatkan bahan sederhana berupa bambu, kesenian ini pun mampu tumbuh dan memperkaya khazanah budaya di Nusantara. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar