Mengapa Makanan Khas Jawa Identik dengan Rasa Manis?

3 Min Read
Plate with braised meat and three hard-boiled eggs on a banana leaf liner.
Gudeg, salah satu cinderamata kuliner rasa manis khas Yogyakarta (Foto: Mijil)

Mabur.co – Jika Anda adalah orang yang betul-betul memperhatikan makanan tradisional khas Jawa, khususnya di Yogyakarta maupun Jawa Tengah, Anda pasti akan menemukan satu kesimpulan yang sama, bahwa makanan khas Jawa seringkali memiliki rasa yang manis, dan belum tentu dapat ditemui di daerah atau wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Hal itu bukannya terjadi secara tiba-tiba, apalagi disengaja. Namun semua itu terjadi akibat banyak hal yang saling berkaitan satu sama lain, sehingga membentuk persepsi publik bahwa makanan khas Jawa seringkali memiliki rasa manis.

Bahkan, awal mulanya sudah terjadi pada zaman kolonial Belanda, saat masih menguasai Indonesia (saat itu Hindia Belanda) selama ratusan tahun.

Dilansir dari laman Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), Minggu (28/6/2026), berikut adalah beberapa alasan mengapa makanan khas Jawa seringkali memiliki rasa manis.

1. Munculnya Kombinasi “Enam Rasa

Menurut naskah Belanda kuno, makanan yang “sempurna” harus memadukan enam rasa secara seimbang, yakni manis, asin, asam, pedas, pahit, dan sepat.

Dari keenam rasa tersebut, gula menjadi elemen yang paling sering digunakan, karena terbukti gula dapat menjadi pemanis yang membuat rasa makanan menjadi lebih lezat. Lambat laun, penggunaan gula atau rasa manis diperbanyak, sedangkan aspek rasa lain semakin diabaikan.

2. Tanam Paksa dan Produksi Gula

Pada masa penjajahan Belanda, atau sekitar tahun 1830, Belanda mewajibkan petani di Jawa menanam tebu, karena lahan yang sangat subur. Hal ini mengakibatkan pasokan tebu dan gula menjadi sangat melimpah, sehingga masyarakat lokal pun terbiasa menggunakannya dalam pengolahan makanan sehari-hari.

3. Simbol Kebahagiaan dan Budi Pekerti

Tidak hanya saat dijajah Belanda, secara filosofis, masyarakat Keraton di DIY dan Jawa Tengah pun ikut memaknai rasa manis dari setiap makanan sebagai simbol kebahagiaan, kenikmatan, serta keharmonisan hidup.

SImbol itu kemudian menjadi ciri khas tersendiri terhadap makanan-makanan di wilayah Jawa. Akhirnya, orang pun mengenal Jawa sebagai daerah pengekspor makanan manis, dan sebagainya.

***

Adapun beberapa makanan manis khas Jawa yang cukup populer di antaranya gudeg, bacem, wajik, klepon, wingko babat, kue mendut, dan masih banyak lagi.

Meskipun wilayah Jawa identik dengan makanan manis, namun tentu saja konsumsinya tidak bisa sembarangan atau seenak jidat. Karena makanan manis tetap harus dikontrol sedemikian rupa, agar tidak menimbulkan masalah serius di kemudian hari. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar