Mabur.co – Selain berperan penting sebagai pusat edukasi serta pelestarian budaya bangsa, museum ternyata juga turut berkontribusi dalam memberikan pemasukan bagi kas negara.
Potensi ekonomi dari pengelolaan museum dan layanan kebudayaan termasuk cagar budaya di Indonesia bahkan terbilang cukup besar.
Berdasarkan data yang ada, pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Kebudayaan hingga September 2026 ini bahkan tercatat telah mencapai Rp57 miliar.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat karena telah mendekati pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sekitar Rp62 miliar.
Data tersebut terungkap dalam acara Taklimat Media: Dua Tahun Kementerian Kebudayaan yang digelar di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) kemarin.
Tingkatkan Kualitas Layanan
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kemenbud sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga tujuan wisata dan ruang belajar yang menarik bagi masyarakat.
Dikutip mabur.co dari RRI, Sabtu (24/10/2026) sepanjang 2025 lalu, museum, galeri, dan cagar budaya di Indonesia sendiri mencatatkan jumlah kunjungan hingga mencapai total 4.547.004 kunjungan.
Jumlah kunjungan itu diperkirakan tak jauh berbeda dengan tingkat kunjungan 2026 yang saat ini masih terus dihimpun.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong minat masyarakat berkunjung ke museum maupun cagar budaya.
Perkuat Pengelolaan Museum
Salah satunya adalah dengan memperkuat pengelolaan museum melalui konservasi, pengamanan koleksi, penataan ruang pamer, hingga penyelenggaraan program publik.
Selain membuat sejumlah program menarik, Kemenbud juga terus berupaya menambah jumlah koleksi museum dari tahun ke tahun.
Jika pada 2025 lalu tercatat ada sebanyak 28.993 koleksi museum yang dikelola, maka saat ini jumlahnya telah meningkat menjadi 36.000 koleksi pada 2026.
Menurut Fadli, peningkatan jumlah koleksi maupun kualitas layanan ini dibutuhkan agar museum semakin menarik dan nyaman dikunjungi, sekaligus dapat memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat.
Karena itulah proses repatriasi atau pemulangan benda bersejarah dari luar negeri akan terus dikebut. Khusus untuk 2026 ini saja jumlah objek yang masuk dalam proses repatriasi tercatat telah mencapai 30.590.
Jumlah ini bahkan dialami sebagai rekor proses repatriasi terbesar dalam sejarah di Indonesia. ***
