Mabur.co – Kalender ajang balap Asia Road Racing Championship (ARRC) sempat lowong satu seri (seri ke-4), akibat belum adanya kepastian sirkuit mana yang akan menjadi tuan rumah dalam gelaran se-Asia tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, sirkuit Pertamina Mandalika, yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), selalu menjadi langganan dari seri keempat ARRC sejak 2023 silam.
Namun pada tahun 2026 ini, lokasi seri keempat yang seharusnya kembali diselenggarakan di Mandalika, masih menjadi tanda tanya dalam beberapa bulan terakhir, lantaran berbagai urusan administrasi dan biaya penyelenggaraan (commitment fee) yang ditaksir mencapai empat hingga lima milyar rupiah.
Seri ARRC 2026 sendiri sejauh ini sudah berlangsung dua seri, yakni di Sepang, Malaysia, dan juga di Buriram, Thailand.
Memasuki akhir Mei ini, kabar kepastian itu akhirnya resmi didapatkan.
Ya, sirkuit Mandalika dipastikan akan mengisi slot seri keempat ajang ARRC 2026, yang akan diselenggarakan pada 7-9 Agustus 2026 mendatang.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak TWMR (Two Wheels Motor Racing), selaku promotor kejuaraan ini. Melalui Direktur Promosinya, Ron Hogg, pihaknya memastikan bahwa sirkuit Mandalika akan kembali mengisi slot tuan rumah ARRC 2026 pada seri keempat.
Dibantu oleh Pengusaha Sawit
Dikutip dari laman Beritabalap.com, masalah biaya penyelenggaraan atau commitment fee yang menjadi penyebab kosongnya seri Mandalika untuk ARRC 2026, akhirnya berhasil diamankan oleh sosok Haji Putra Rizky, pengusaha sukses di bidang batubara, sawit, fast food, dan lain-lain.
Pria yang juga pemilik tim Yamaha LFN HP969 yang berkompetisi di kelas AP250 dan UB150 pada ARRC 2026 ini mengaku bahwa dirinya yang membayar ke pihak TWMR, agar Mandalika bisa mengisi slot kosong pada seri keempat tersebut.
“Siapa lagi yang talangin (biaya commitment fee), kalau bukan saya, “tegas Haji Putra, seperti dilansir dari laman beritabalap.com, Selasa (26/5/2026).
Sebagai negara dengan penghasil rider terbanyak di ajang ARRC 2026, Haji Putra tentu saja menyayangkan, jika Mandalika yang sebelumnya sudah jadi langganan dalam kalender ARRC selama tiga tahun terakhir, tiba-tiba harus undur diri begitu saja, apalagi hanya karena persoalan biaya.
“Jadi sangat tidak logis jika kita tidak menggelar ARRC jika hanya urusan biaya. Apalagi kita juga sedang euforia rider Moto3 yakni Veda Ega Pratama, yang juga dibesarkan di Mandalika. Dan banyak rider lainnya yang juga diasah skill-nya di Mandalika. Masak ARRC Mandalika belum jelas pelaksanaannya. Jadi ya saya talangin saja untuk tahun ini,“ lanjut Haji Putra.
Dengan masuknya Mandalika sebagai pelengkap kalender ARRC 2026, Haji Putra tentunya berharap agar rider-rider Indonesia bisa memperoleh hasil maksimal, saat bertanding sirkuit yang berlokasi di Lombok, NTB, tersebut pada awal Agustus mendatang. (*)

